Ikuti arahan Kemenhub, ASDP tingkatkan kapasitas Pelabuhan Padangbai

"Kapasitas dermaga eksisting saat ini 30 ton, akan kami kaji untuk ditingkatkan menjadi 50 ton."

Hana Adi Perdana
Oleh Hana Adi Perdana - Reporter
Ikuti arahan Kemenhub, ASDP tingkatkan kapasitas Pelabuhan Padangbai
14 kapal mogok di pelabuhan gilimanuk. ©2015 merdeka.com/gede nadi jaya

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan meningkatkan kapasitas sarana dan prasarana pelabuhan khususnya di lintasan Padangbai (Bali)-Lembar (Lombok), demi mendongkrak kualitas pelayanan terhadap pengguna jasa.

Direktur Teknik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), M Fitri Natriawan mengatakan, saat ini pihaknya tengah mengkaji peningkatan kapasitas dermaga yang diusulkan Kementerian Perhubungan.

"Kapasitas dermaga eksisting saat ini 30 ton, akan kami kaji untuk ditingkatkan menjadi 40-50 ton," kata Fitri dalam keterangan resminya, Minggu (17/7).

Dalam jangka pendek, ASDP akan membuat jalur penumpang pejalan kaki yang dilengkapi dengan kanopi agar tidak kepanasan ataupun kehujanan.

Kementerian Perhubungan telah sejak lama mendorong pihaknya agar meningkatkan kapasitas dermaga di Pelabuhan Padangbai, yang idealnya memang harus berpasangan dengan pelabuhan tujuan, yakni Pelabuhan Lembar (Lombok). Saat ini ada 3 dermaga di Pelabuhan Lembar, sedangkan di Pelabuhan Padangbai baru terdapat dua unit.

Adapun kapasitas tampung kendaraan dan penumpang di pelabuhan Padangbai saat ini hanya cukup menampung sekitar 450 unit jenis truk, 1.500 unit sepeda motor, 64 unit mobil pribadi, dan sekitar 100-an penumpang pejalan kaki.

Di lintasan Lembar-Padangbai beroperasi sekitar 33 unit kapal dengan rata-rata 24 trip per harinya. PT ASDP sendiri mengoperasikan 3 unit kapal, yang salah satunya beroperasi kapal Portlink II berukuran 1500 GRT yang cukup ideal di lintasan ini.

"Ada kajian yang dimungkinkan untuk membangun satu lagi dermaga beton di Padangbai, ini yang belum terealisasi untuk mengurai potensi stagnasi yang terjadi seperti di musim liburan Lebaran atau akhir tahun," kata dia.

Fitri menjelaskan, selain kendaraan truk barang yang banyak melintasi Padangbai, karakteristik pengguna jasa dengan mobil pribadi dan sepeda motor juga mengalami peningkatan yang cukup tinggi, khususnya di saat musim liburan. Selama arus mudik dan balik Lebaran tahun 2016, terjadi kenaikan trafik pengguna jasa secara keseluruhan rata-rata sekitar 20 persen.

"Jika dibandingkan tahun lalu, tren tahun ini cukup tinggi, yakni sepeda motor 25 persen, penumpang dan mobil pribadi 20 persen. Bahkan, dari sekitar 14.568 unit sepeda motor yang menyeberang dari Padangbai ke Lembar, baru kembali sekitar 10 ribuan," tandasnya.

Data Posko Padangbai dari H-7 hingga H+8 atau tanggal 14 Juli 2016 jumlah penumpang mencapai 62.448 orang, sepeda motor 12.149 unit, dan roda 4 sebanyak 7.458 unit.

Rekomendasi