Hari ini Kementerian ESDM menggelar penandatanganan kontrak tahap ketiga berisi 133 paket pengadaan barang dan jasa senilai Rp 3,04 triliun. Acara tersebut dihadiri disaksikan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan itu merupakan momen bersejarah bagi kementerian. Sebab, persiapan penandatangan dilakukan lebih cepat dari biasanya.
"Bagi kami momen bersejarah bukan hanya didatangi presiden, melainkan karena persiapan kontrak ini selesai tujuh bulan lebih cepat dari kebiasaannya," kata Sudirman, Jakarta, Senin (29/2).
Menurut Sudirman, kelemahan pemerintahan masa lalu adalah lambannya lelang proyek. Ini berakibat pada rendahnya penyerapan anggaran.
"Tahun anggaran sebelumnya kontrak sudah ditandatangani biasanya September-Oktober masih ada lelang dan belum selesai," katanya.
"Masa lalu penyakit kita dokumen belum siap bolak-balik revisi dan serapan anggaran tidak pernah mencapai 60 persen. Tahun lalu serapan bisa kita capai."
Pada tahap I, Kementerian ESDM menandatangani kontrak 198 paket senilaiRp 406 miliar. Berlanjut ke tahap berikutnya, senilai Rp 136,06 miliar.
Untuk diketahui, tahun ini, Kementerian ESDM memperoleh alokasi anggaran senilai Rp8.563,9 miliar. Terdiri dari anggaran belanja barang Rp 4.326,2 miliar (50,5 persen), belanja modal Rp 2.646,5 miliar (30,9 persen), belanja pegawai Rp 834,5 miliar (9,7 persen), dan cadangan Rp 756,7 miliar (8,8 persen).