Bos BKPM keluhkan tak lakunya lowongan pekerjaan di Indonesia

Saat ini tersedia 184.000 lapangan kerja, namun hanya 21.000 pekerja yang diterima.

Hana Adi Perdana
Oleh Hana Adi Perdana - Reporter
Bos BKPM keluhkan tak lakunya lowongan pekerjaan di Indonesia
Kepala BKPM Franky Sibarany. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Kepala Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengeluh akan sulitnya penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Padahal, saat ini tersedia 184.000 lapangan kerja, namun hanya 21.000 pekerja yang diterima.

"Ternyata saat ini serapan tenaga kerja itu juga tidak mudah untuk mendapatkan tenaga kerja, jadi dari total 184.000 realisasi baru 21.000 dari 40 perusahaan yang menyediakan lapangan kerja," ujar Franky di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Jakarta, Selasa (9/2).

Franky menegaskan BKPM akan melakukan sinergi dengan Kementerian Tenaga Kerja guna memastikan jumlah lapangan kerja yang dibutuhkan untuk tahun ini.

"Kemudian bagaimana ketersediaan Balai Latihan Kerja (BLK), kemudian bagaimana peran Kemenperin yang meiliki balai kerja yang akan kita gunakan dan kita sinergikan.

Selain itu, kata Franky, ada beberapa daerah yang masih berebutan karyawan. Hal ini menyebabkan beberapa industri tidak memprioritaskan karyawan setempat.

"Misalkan di Jawa Tengah ada di daerah Semarang ada rekrut dari Wonogiri itu dan rekrut dari Boyolali, Blora dari Cilacap, ada ketidak sinergian," tutunya.

Untuk itu, lanjut Franky, BKPM akan mengupayakan perusahaan di daerah setempat untuk memprioritaskan karyawan lokal.

"Kita coba mendorong bagaimana rencana investor bagaimana tersedia tenaga kerja yang tersedia di daerah setempat. baru kemudian kedarah lain," pungkas dia.

Rekomendasi