Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli menegaskan anjloknya harga minyak dunia menjadi momentum Indonesia untuk menggenjot kegiatan eksplorasi. Saat harga minyak kembali normal, dia memastikan Indonesia akan meraup untung segunung karena memiliki cadangan energi besar."Selama 10 tahun terakhir konsesi yang dibagi ratusan tapi dikasih sama orang yang tidak punya jaringan, tidak punya modal, konsesinya dipegang saja dan tidak melakukan eksplorasi," ujar Menko Rizal di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (3/2)."Karena seluruh biaya, termasuk SDM dan peralatan eksplorasi sedang anjlok-anjloknya. Kita harus ubah sistem insentif di dalam KPS ini, bagi hasil agar supaya ada cukup insentif untuk meningkatkan eksplorasi," sambungnya.Menko Rizal mengusulkan 3 kompensasi dalam memanfaatkan anjloknya harga minyak mentah. Pertama, berutang ke lembaga keuangan internasional seperti Bank Dunia atau ADB."Tapi kita pengalaman kalau kita meminjam dari Bank Dunia dan ADB prasyarat-prasyaratnya banyak sekali yang merugikan kita. Dan sering kita harus jual kedaulatan kita karena mereka minta undang-undang, minta peraturan pemerintah," paparnya.Kedua, kata Rizal, meningkatkan peminjaman negara secara bilateral melalui China dan Jepang. Hanya saja, langkah ini harus bisa dipertimbangkan, sebab jika tidak utang pemerintah akan semakin membengkak.Ketiga, perusahaan lokal digenjot untuk melakukan revaluasi aset. Dengan begitu, perusahaan dalam negeri memiliki kemampuan modal cukup untuk melakukan eksplorasi. "Kalau itu terjadi asetnya akan bertambah lebih dari Rp 2000 triliun, kalau yang swasta ikut yang gede-gedenya itu akan semakin bertambah besar," jelasnya.
Menko Rizal dorong peningkatan eksplorasi saat harga minyak anjlok
Saat harga minyak kembali normal, dia memastikan Indonesia akan meraup untung segunung.
Rekomendasi