Harga minyak mentah terus merosot akibat kekhawatiran kelebihan pasokan dunia. Minyak mentah jenis brent merosot tajam hingga menyentuh titik terendah sejak 2004 silam. Di perdagangan hari ini, harga minyak brent berada di level USD 36,17 per barel, atau lebih rendah dibanding 2004 silam USD 36,20 per barel.
Tak hanya itu, minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) juga turun 33 sen ke level USD 34,40 per barel dan ini mendekati titik terendah di akhir pekan lalu.
Analis mengatakan, penguatan nilai tukar dolar Amerika (USD) akibat kenaikan suku bunga The Fed membuat harga minyak lebih mahal di negara pengimpor yang berbeda mata uang. Hal ini kemudian berdampak pada pengurangan pembelian. Selain itu, peningkatan produksi di AS juga menekan harga minyak.
"Peningkatan jumlah rig di AS menekan harga minyak, dan ini membuktikan produsen shale oil di AS berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi," kutipan analisa ANZ Bank seperti ditulis CNBC, Senin (21/12).
Pasokan minyak di AS melimpah, dan di saat bersamaan produsen minyak dari OPEC juga tetap memproduksi ratusan ribu barel minyak mentah setiap hari. Jumlah ini dipastikan melebihi permintaan yang ada.
Selain itu, Rusia juga masih terus menggenjot produksi melampaui 10 juta barel per hari, tertinggi sejak runtuhnya Uni Soviet. Sementara, produksi OPEC juga mencetak rekor tertinggi di atas 31,5 juta barel per hari.
Kekhawatiran melimpahnya pasokan minyak bertambah karena Iran siap memproduksi dan menjual minyak mentah pada awal 2016 mendatang. Hal ini menyusul dicabutnya sanksi barat yang melanda Iran.