Kandidat Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyuarakan penolakannya bagi warga muslim dunia untuk masuk Amerika Serikat (AS). Pernyataan Trump ini terkait aksi penembakan massal di California, AS oleh suami-istri imigran muslim dari Pakistan, Syed Farook (28) dan Tashfeen Malik (29).Pernyataan Trump ini mendapat kecaman dari berbagai kalangan. Salah satunya taipan properti Dubai, Khalaf Al-Habtoor. Trump, menurutnya, telah menghasilkan jutaan Dolar baik dari bisnis golf hingga hunian mewah di negara di mana Islam menjadi agama mayoritas penduduknya."Saya pikir ini menghancurkan citra bisnisnya di negara Muslim. Tak akan ada lagi yang ingin bekerjasama dengannya," ujar Al-Habtoor.Bisnis Trump di negara muslim salah satunya ialah Indonesia. Di sini, Trump bekerja sama dengan bos Media Nusantara Citra (MNC) Hary Tanoesoedibjo dalam membangun resor mewah di Tanah Lot, Bali dan Lido, Bogor.Juru bicara MNC, Syafril Nasution, menegaskan pihaknya tidak khawatir sikap Trump akan mengganggu bisnis dua megaproyek tersebut karena berpotensi mendapat penolakan dari penduduk Indonesia. Menurutnya, dua proyek itu bukanlah milik Trump."Lagian Donald itu hanya sebagai marketing atau mencari market (pasar) di luar negeri bukan menanamkan investasi," ujarnya kepada merdeka.com, Jakarta, Kamis (10/12).Syarfril berharap masyarakat bisa membedakan antara aspek bisnis dan sikap politik Donald Trump. "Seharusnya memang dipisahkan," tuturnya.Sebelumnya, pada 14 Agustus 2015 lalu, Donald Trump memutuskan menjalin kerja sama bisnis dengan bos MNC Group Hary Tanoesoedibjo untuk membangun hotel mewah di Bali pada 2016 mendatang. Perjanjian kerja sama dengan Trump Hotel Collection itu dibuat di Kota New York.Kerja sama antar keduanya terus berlanjut. Pada Jumat 11 September, Trump Hotel Collection secara resmi menyetujui kerja sama dengan MNC Group untuk mengelola resor di kawasan Lido, Bogor, Jawa Barat. Dua perusahaan ini bakal membangun resor dengan fasilitas bintang enam. Dan ini merupakan yang kedua di Asia.Proyek Trump - MNC Group di Lido, Bogor, Jawa Barat itu diklaim bakal spektakuler karena menghadirkan lapangan golf Trump yang pertama di Asia dan terintegrasi dengan fasilitas hiburan, rekreasi, kesehatan, hotel dan tempat tinggal.
MNC tak khawatir sikap anti-muslim Trump ganggu bisnis di Indonesia
"Lagian Donald itu hanya sebagai marketing atau mencari market (pasar) di luar negeri bukan menanamkan investasi."
Advertisement
Rekomendasi