Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, Bobby Hamzar Rafinus, mengatakan target pajak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 yang dipatok Rp 1.360,1 triliun masih bisa direvisi. Revisi tersebut bisa dilakukan dalam pembahasan APBN Perubahan 2016.
"Saya kira selalu terbuka, kan punya APBNP, sudah diagendakan akan ada perubahan APBN 2016," ujar dia saat ditemui di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Rabu (2/12).
Bobby mengatakan target pajak tahun ini diharapkan mencapai 90 persen. Namun, realisasi penerimaan pajak tahun ini diprediksi hanya mencapai 80 hingga 82 persen atau sekitar Rp 1.061 triliun.
Proyeksi pencapaian 82 persen ini disampaikan oleh mantan Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Sigit Pramudito. Dia pesimis target penerimaan pajak tahun ini dapat tercapai.
"Kalau kita dengar penjelasan pak Sigit kan untuk mencapai 85 persen sudah relatif sulit. jadi saya kira terbuka untuk di revisi lagi," kata dia.
Tak tercapainya target pajak tahun ini jadi alasan Sigit mengundurkan diri. Dia menambahkan pengalaman dalam penetapan penerimaan pajak tahun ini harus dijadikan acuan untuk menetapkan target realistis pajak pada 2016.
"Ya saya kira pengalaman 2015 ini nanti kita lihat dari hasil penyusunan UU pajak itu nanti akan sampai satu gambaran kira-kira berapa target penerimaan pajak yang realistis," pungkas dia.