PT Pertamina Lubricants bakal fokus ekspansi ke delapan negara. Yaitu, Thailand, Vietnam, Kamboja, Myanmar, Afrika Selatan, Australia, Malaysia, dan Timur Tengah.
Khusus Afrika Selatan, Pertamina Lubricants bakal menjadikan Negara Nelson Mandela itu sebagai basis perluasan pasar di Benua Hitam.
"Afrika Selatan punya prospek yang bagus menurut penelitian kami Disana politiknya stabil. Harapannya kami bisa jadikan Afsel sebagail home base karena sangat strategis untuk mengembangkan pasar di Afrika," kata Presiden Direktur PT Pertamina Lubricants Gigih Wahyu Irianto, Jakarta, Jumat (28/8).
Saat ini, kata Gigih, produk Pertamina Lubricants sudah membanjiri 20 negara. Di luar delapan negara potensial, anak usaha Pertamina itu juga tengah mencoba penetrasi pasar pelumas Malaysia yang notabene dikuasai Petronas.
"Walaupun sulit, kami akan kembangkan Lubricant otomotif. Malaysia akan menjadi legacy bagi Pertamina," pungkasnya.
Hingga Juli 2015, Pertamina Lubricants mencatat penjualan pelumas mencapai 322.254 kiloliter. Itu sekitar 61,3 persen dari target tahun ini sebesar 525 ribu kiloliter.
Pendapatan yang diraup mencapai sebesar Rp 1,15 triliun. Saat ini, Pertamina Lubricants menguasai 60 pasar pelumas di Tanah Air.
"Pertamina mulai dulu sampai sekarang tetap mempertahankan dominasi penguasaan pasar," katanya. "Penguasaan pasar luar biasa, karena di kawasan lain Asia, Eropa, USA, market leader 30 persen."