Bangkrut, Puerto Rico disarankan tutup sekolah & kurangi guru

Pemerintah menghabiskan uang terlalu banyak untuk subsidi sekolah dan guru.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Bangkrut, Puerto Rico disarankan tutup sekolah & kurangi guru
Puerto Rico. CNN©2015

Puerto Rico untuk pertama kalinya bangkrut karena tak mampu membayar utang sebesar USD 58 juta atau Rp 782 miliar ke Public Finance Corporation (PFC). Gubernur Puerto Rico, Alejandro Garcia Padilla mengatakan akan membuat rencana penyelamatan pada akhir musim panas.

Namun demikian, 34 lembaga pengelola dana yang dipimpin oleh Fir Tree Partners menyarankan agar Puerto Rico segera menutup beberapa sekolah. Ini dilakukan untuk mengurangi subsidi sekolah, universitas dan guru, sehingga negara kembali punya uang tunai untuk membayar utang.

Dilansir dari CNN, kritik utama atas krisis utang Puerto Rico terjadi karena pemerintah menghabiskan dan menarik utang melampaui batas. Salah satunya untuk subsidi sekolah dan guru.

Namun demikian, jumlah siswa Puerto Rico telah menurun 25 persen atau hampir 200.000 siswa antara 2004 - 2013. Tapi pengeluaran pemerintah untuk sekolah malah naik 39 persen atau USD 1,4 miliar diwaktu bersamaan. Laporan ini dibuat oleh lembaga pengelola dana yang ditulis mantan ekonom International Moneter Fund (IMF).

Tidak hanya itu, populasi Puerto Rico juga telah menurun 212.000 orang antara 2004 - 2013. Tapi total pengeluaran pemerintah malah meroket 29 persen diwaktu yang sama.

Lembaga pengelola dana ini menamakan diri mereka 'Ad Hoc Group of Puerto Rico' dan mereka memberi utang sekitar USD 5,2 miliar dari total utang Puerto Rico yang mencapai USD 72 miliar.

Diberitakan sebelumnya, bangkrutnya Puerto Rico disebabkan beberapa hal, salah satunya masalah tenaga kerja. Sejak resesi berakhir, tingkat pekerjaan kembali membaik di Amerika daratan seperti di North Dakota dan Virginia Barat. Kenaikan gaji di negara bagian AS tersebut naik hingga 28 persen. Ini berkat eksplorasi minyak dan gas yang terus digenjot.

Namun, nasib lain menimpa Puerto Rico. Tenaga kerja terus menyusut karena gaji terus menurun hingga 8 persen. Menurunnya prospek pekerjaan membuat tenaga kerja muda Puerto Rico merantau ke Amerika daratan. Mereka berharap mendapat pekerjaan dengan gaji yang lebih tinggi.

Migrasi tenaga kerja terus terjadi dan penduduk Puerto Rico mulai menurun. Pada 2004 silam, penduduknya mencapai 3,8 juta dan menurun jadi 3,5 juta pada tahun lalu. Menurut perkiraan, penurunan terjadi karena runyamnya sektor tenaga kerja di Puerto Rico.

Migrasi angkatan kerja muda meninggalkan Puerto Rico dengan penduduk tua dan miskin. Secara resmi, dari keseluruhan penduduk hanya 40 persen yang merupakan angkatan kerja. Sedangkan rata-rata Amerika Serikat adalah 62,6 persen.

Rekomendasi