Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Didik Prasetyo mengaku tengah memutar otak untuk menyelamatkan PT Pabrik Gula Rajawali II. Tiap tahun, anak usaha RNI itu mengalami kerugian.
"Produktifitas rendah 60 ton per hektar, harga rendah, PG Rajawali II ruginya Rp 294 miliar tahun lalu," kata Didik di Cirebon, Jumat (10/7).
Didik mengaku tak yakin PG Rajawali II bakal menangguk untung tahun ini. Kendati demikian, dia optimistis produksi tebut bakal meningkat menjadi 100 ton per hektar pada 2016.
Di sisi lain, pengganti Ismed Hasan Putro yang dilengserkan Menteri BUMN Rini Soemarno pada medio Mei lalu itu juga akan memberikan kebebasan operasi pada anak usaha. Diharapkan, terobosan itu dapat menekan kerugian.
"Memberikan kebebasan menjalankan usahanya sebagai direktur sebagai mestinya, bukan sebagai unit saya, tapi sesuai arahan pastinya."