Menkeu siap pasang badan soal harta calon dirjen pajak Rp 21 M

Kenaikan nilai harta kekayaan wajar terjadi jika melihat komposisi harta Sigit yang didominasi tanah dan bangunan.

Henny Rachma Sari
Oleh Henny Rachma Sari - Reporter
Menkeu siap pasang badan soal harta calon dirjen pajak Rp 21 M
Menteri Bambang Permadi datangi KPK. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Kementerian Keuangan sudah memastikan Sigit Priadi Pramudito sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak yang baru, menggantikan Fuad yang pensiun Desember tahun lalu. Tim Penilai Akhir yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo menjatuhkan pilihan pada Sigit setelah melalui seleksi panjang lelang terbuka.

Tim penilai dan pihak Kementerian Keuangan tidak mempersoalkan harga kekayaan Sigit yang menurut Pengumuman Harta Kekayaan Penyelenggara Negara di Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) pada Desember 2011 mencapai Rp 21 miliar. Setelah melalui pengecekan, tidak ada yang mencurigakan dari harta kekayaan Sigit.

"Pak menteri (Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro) sudah mengecek, dilihat LHKPN. Dan pak menteri siap pasang badan," ujar Direktur Penyuluhan dan Humas Direktorat Jenderal Pajak Wahyu Tumakaka kepada merdeka.com di Lapas Salemba, Jakarta, Jumat (30/1).

Dia menjelaskan, dari penelusuran KPK dan pihak pemerintah, harta kekayaan Sigit memang bertambah. Tapi secara nilai, bukan jumlah aset. Dari situ diputuskan bahwa harta kekayaan Sigit tidak bermasalah.

"Kalau harta bertambah (berupa aset), KPK pasti tahu. Ini kan secara nilai dan dinyatakan tidak masalah," ucapnya.

Wahyu menjelaskan, kenaikan nilai harta kekayaan wajar terjadi jika melihat komposisi harta kekayaan Sigit yang didominasi tanah dan bangunan. Dari laporan per Desember 2011, Sigit punya daftar panjang harta tidak bergerak baik berupa bangunan maupun tanah.

Semisal dua bangunan seluas 500 m2 dan di Jakarta Selatan. Dia juga punya tanah seluas 4.000 m2 juga di Jakarta Selatan. Ada pula harta berupa tanah dan bangunan seluas 960 m2 dan seluas 188 m2 juga di Jakarta Selatan.

Di luar jakarta, Sigit punya bangunan seluas 30 m2 dan 41 m2 di Kota Bandung. Di Bogor, Sigit punya tanah dan bangunan seluas 240 m2, dan tanah seluas 3.600 m2 di Jakarta Selatan.

"Kenaikan kekayaan karena kenaikan NJOP bukan tambahan harta. Setiap tahun kan NJOP selalu naik, jadi nilainya selalu meningkat," jelasnya.

Di luar itu, Wahyu mengaku tidak mengetahui persis apakah Sigit memiliki bisnis lain atau tidak. "Saya tidak tahu kalau soal bisnisnya," singkatnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa calon dirjen pajak sudah diseleksi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) dan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

"(Sigit) bukan rapor merah, kan kita sudah cek ke KPK, PPATK sudah ada semua," kata Bambang.

Menkeu tidak mempermasalahkan bila anak buahnya memiliki harta miliaran rupiah. "Yang penting benar, sumbernya jelas dan sudah diklarifikasi," ucapnya.

Rekomendasi