Teka-teki calon direktur jendral pajak pengganti Fuad Rahmany mulai terkuak. Tim Penilai Akhir yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo memilih Sigit Priadi Pramudito sebagai Dirjen Pajak menggantikan Fuad yang pensiun Desember tahun lalu.
Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, kemarin. "Ada empat kan. Salah satu dari 4 itu Pak sigit ya. Sudah ditetapkan dirjen pajak, seingat saya Pak Sigit. Karena itu yang pertama kali disidangkan," ujarnya di Istana Negara, Jakarta.
Andi mengatakan payung hukum pengangkatan Sigit sedang diproses. Bentuknya keputusan presiden. "Keppres sedang dibuat. Hasil sidang TPA sudah diparaf anggota tim penilai akhir. Normalnya dalam waktu sehari dua hari Keppresnya diteken," ujarnya.
Lalu siapa sebetulnya sosok Sigit? Sang pemimpin andalan untuk menggenjot sektor penerimaan pajak yang selalu digadang-gadang Jokowi menjadi fokus program pemerintahannya pada masa kampanye lalu.
Pria kelahiran 17 Mei 1959 ini merupakan pejabat eselon II di lingkungan Kementerian Keuangan. Sejak 2011 dia ditunjuk menjadi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar, Jakarta.
Sigit merupakan PNS golongan IV/c. Karirnya di Ditjen Pajak dimulai sejak 1987.
Sebagai pejabat eselon II, pria bergelar Master of Arts in Economics ini tergolong cukup 'tajir'.Kok bisa?
Advertisement
Berdasar Pengumuman Harta Kekayaan Penyelenggara Negara di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Desember 2011 harta kekayaan Sigit mencapai Rp 21 miliar (21.892.611.877).
Total kekayaan Sigit bertambah Rp 8 miliar dalam kurun waktu dua tahun. Pada 2009 harta kekayaan Sigit berjumlah Rp 13 miliar (13.883.449.881).
Selain dalam mata uang Rupiah, Sigit juga punya harta dalam bentuk dolar AS. Nilainya USD 39.536 per Desember 2011.
Dari laporan per Desember 2011, Sigit punya daftar panjang harta tidak bergerak baik berupa bangunan maupun tanah. Semisal dua bangunan seluas 500 m2 dan di Jakarta Selatan. Dia juga punya tanah seluas 4.000 m2 juga di Jakarta Selatan. Ada pula harta berupa tanah dan bangunan seluas 960 m2 dan seluas 188 m2 juga di Jakarta Selatan.
Di luar jakarta, Sigit punya bangunan seluas 30 m2 dan 41 m2 di Kota Bandung. Di Bogor, Sigit punya tanah dan bangunan seluas 240 m2, dan tanah seluas 3.600 m2 di Jakarta Selatan.
Untuk harta bergerak, Sigit memiliki tiga buah mobil merek Daihatsu Xenia, Toyota Yaris, dan Toyota Kijang Innova.
Apa tanggapan pemerintah atas kekayaan wah Sigit tersebut?
Advertisement
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, sebagai calon bos Sigit, yakin harta kekayaan Sigit tidak bermasalah dan masuk daftar merah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"(Sigit) bukan rapor merah, kan kita sudah cek ke KPK, PPATK sudah ada semua," kata Bambang di Jakarta.
Menkeu tidak mempermasalahkan bila anak buahnya memiliki harta miliaran Rupiah. "Yang penting benar, sumbernya jelas dan sudah diklarifikasi," ucapnya.
Bila Sigit dipastikan terpilih sebagai dirjen pajak, dia berharap Sigit bisa menyelesaikan permasalahan perpajakan.
Seperti diketahui, harta Sigit saat 2011 lalu, tidak jauh berbeda dengan calon Kapolri Budi Gunawan yang saat ini hartanya mencapai Rp 22 miliar. Bedanya, Budi dijadikan tersangka oleh lembaga antirasuah tersebut, lantaran dianggap memiliki rekening gendut.