Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberikan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 350 miliar kepada PT Djakarta Llyod (Persero). Dana segar tersebut akan digunakan BUMN pelayaran itu untuk mendongkrak kinerja perseroan.Direktur Utama Djakarta Lloyd, Arham Sakir Torik, menyambut baik keputusan ini karena selama 10 tahun terakhir Djakarta Lloyd selalu rugi. Dia mengatakan langkah perseroan dalam waktu dekat akan memperbaiki dan mendatangkan kapal baru. "Kami akan memperbaiki 6 unit kapal terdiri 2 unit PB 1600 TEUS dan 3 unit PB 400 TEUS serta satu unit CJN III dan pengadaan kapal Handymax 45.000 MT senilai USD 12 juta atau setara dengan Rp 142,8 miliar," ujarnya di Komisi VI DPR, Jakarta, Senin (26/1).Menurut dia, pemanfaatan PMN akan berguna untuk mendukung program tol laut pemerintah sebagai jalur transportasi angkutan barang. Perseroan juga berjanji mampu meningkatkan perekonomian masyarakat secara merata, menyerap tenaga kerja besar, menurunkan biaya transportasi nasional dan meningkatkan penerimaan negara berupa pajak dan dividen."Pemberian PMN ini kami sambut untuk menghidupkan kembali perusahan pelayaran nasional milik negara yang dalam 10 tahun terakhir mengalami kebangkrutan," jelas dia.
BUMN yang 10 tahun merugi ini terima suntikan modal Rp 350 M
Pemanfaatan PMN akan berguna untuk mendukung program tol laut pemerintah.
Advertisement
Rekomendasi