Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla (JK) sangat serius melanjutkan program pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW dalam 5 tahun ke depan. Pemerintah membentuk satu unit kerja yaitu unit pengelola pelaksana program pembangunan ketenagalistrikan nasional.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said mengatakan unit ini adalah kunci yang akan menjadi mediator dan penengah jika proyek tersebut menemui kendala. Dia mengistilahkan unit ini sebagai totok nadi dalam memperlancar segala urusan."Mereka ini pengelola kunci pelaksana program. Mereka jadi jembatan untuk koordinasi," ucap Sudirman saat konferensi pers di Kantor Pusdiklat EBTKE, Ciracas, Jakarta, Selasa (13/1).Sudirman secara resmi mengangkat mantan dirut PLN Nur Pamudji mengomandoi unit kerja yang baru dibentuk hari ini. Nur Pamudji akan dibantu oleh Agung Wicaksono dari UKP4."Pak Nur sangat banyak pengalaman di PLN. Mengalami tantangan tantangan mengelola secara nasional. Sedangkan, Agung Wicaksono di UKP4 terbiasa pengelolaan bottlenecking dan hambatan," katanya.Menurut Sudirman, unit baru ini akan mulai bekerja dan mencari format baru dalam menyelesaikan masalah kelistrikan nasional. Mereka jadi penghubung antara stakeholder untuk melakukan koordinasi."PLN misalnya ada masalah suplai gas dari Pertamina, kita akan jembatani. Stakeholder jadi cair dan koordinasi. Jadi sumbatan sumbatan diselesaikan di sini," tutupnya.
Nur Pamudji jadi bos unit 'totok nadi' pembangunan 35.000 MW
Unit ini adalah kunci yang akan menjadi mediator dan penengah jika proyek tersebut menemui kendala.
Rekomendasi