PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) memberikan pinjaman kepada PT Citilink Indonesia senilai Rp 250 miliar dalam empat tahun mendatang. Pinjaman tersebut bakal digunakan anak usaha Garuda tersebut untuk modal kerja dan investasi.
"Pinjaman tersebut akan digunakan Citilink untuk pemenuhan kebutuhan modal kerja dan investasi," ujar Direktur Keuangan, Risiko dan Teknologi Informasi Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra, dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (25/12).
Dia mengungkapkan sejumlah pertimbangan Garuda memberikan pinjaman ke anak usaha. Antara lain, kebutuhan pendanaan Citilink cukup besar guna pengembangan armada, dan pemenuhan kebutuhan operasional, dan pertimbangan nilai strategis Citilink bagi Garuda Indonesia.
Di luar itu, Citilink masih sulit mendapatkan pinjaman perbankan. Sebab, struktur keuangan perusahaan didirikan pada 2001 itu belum kokoh.
"Atas hal tersebut maka peluang yang memungkinkan untuk memenuhi pendanaan Citilink tersebut adalah diperoleh dari pinjaman dan pemegang saham, dalam hal ini Perseroan."
Garuda dan Citilink juga telah menandatangani perjanian Reprofiling Utang sekitar USD 95,22 juta untuk jangka lima tahun. Itu merupakan upaya penyelesaian pembayaran utang dengan melihat pada prospek bisnis serta prioritas kelangsungan kegiatan operasional Citilink yang masih memerlukan dukungan Garuda Indonesia.