Bos KAI waspadai jalur selatan Jawa sebab rawan bencana

Salah satu wilayah di sepanjang jalur selatan yang rawan bencana adalah Jawa Barat.

Novita Intan Sari
Oleh Novita Intan Sari - Reporter
Bos KAI waspadai jalur selatan Jawa sebab rawan bencana
Evakuasi Longsor cilebut. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyatakan kesiapan penyelenggaraan angkutan natal 2014 dan tahun baru 2015. KAI menyiapkan antisipasi untuk kelancaran perjalanan kereta di jalur utara maupun selatan Jawa yang memiliki tantangan berbeda.

Direktur Utama PT KAI (Persero), Edi Sukmoro mengatakan titik rawan di jalur Selatan akan diantisipasi dengan alat material untuk siaga (AMUS). Di musim hujan, jalur selatan diakui rawan.

"Jalur Selatan lebih rawan terkena bencana dibandingkan dengan jalur utara. Secara umum yang kemungkinan rawan itu jalur selatan, karena beberapa titik memungkinkan kalau hujan terus longsoran," ujarnya di Stasiun Gambir, Jakarta, Jumat (19/12).

Salah satu wilayah di sepanjang jalur selatan yang rawan bencana adalah Jawa Barat. Kondisi jalur yang ada di antara tebing dan berkelok harus mendapat perhatian, terutama di saat kondisi hujan.

"Tanahnya itu gembur, kalau tepatnya itu jalur selatan keluar Bandung mulai melipir sampai Banjar, Ciamis juga, tapi kita pantau harian, orang kita ekstra mengeceknya," jelas dia.

Kondisi di jalur utara berbeda dibanding selatan, sehingga antisipasi dan penyikapannya berbeda. Jalur utara didominasi wilayah persimpangan, sehingga rawan kecelakaan dengan moda transportasi lain.

"Kalau utara itu bukan rawan karena alam, tetapi persimpangan, kita antisipasi dengan menurunkan banyak personel," ungkapnya.

Rekomendasi