Alasan Menteri kabinet Jokowi jual gedung BUMN dinilai tak tepat

Efisiensi bukan pada gedung Kementerian BUMN tetapi lebih mengarah ke perusahaan BUMN.

Saugy Riyandi
Oleh Saugy Riyandi - Reporter
Alasan Menteri kabinet Jokowi jual gedung BUMN dinilai tak tepat
gedung BUMN. wordpress.com

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengungkapkan gagasannya menjual gedung Kementerian BUMN. Penjualan gedung dilandasi efisiensi kinerja Kementerian BUMN.

Pengamat BUMN Watch Naldy Nazar Haroen menilai, tidak tepat jika Rini Soemarno menjual aset berupa Gedung Kementerian BUMN atas alasan efisiensi. Efisiensi bukan pada gedung Kementerian BUMN tetapi lebih mengarah ke perusahaan BUMN.

"Tidak tepat karena berapa sih yang diefisiensikan. Yang diefisiensikan harusnya perusahaan BUMN. Gedung itu kecil," ujar dia saat dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (15/12).

Naldy menuding banyak perusahaan BUMN tidak melakukan efisiensi. "Jadi jangan bicara gedungnya. Efisiensi dengan menurunkan biaya operasional agar tidak terlalu besar," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengaku ingin menjual gedung kementerian terletak di Jalan Medan Merdeka Selatan No.13, Jakarta Pusat. Ini lantaran gedung 22 lantai tersebut terlalu besar bagi karyawan BUMN hanya berjumlah sekitar 250 orang.

"Operasional cost-nya besar. Kami melihat ini berat, mesin pendinginnya tersentralisasi, gedung tinggi dan jumlah pegawai sedikit," kata Rini, di Jakarta, Senin (15/12).

Rekomendasi