PT Holcim Indonesia memantapkan diri memilih penjualan semen secara ritel dibanding penjualan secara curah. Hingga saat ini penjualan semen secara ritel sudah mencapai 80 persen dari total penjualan."Penjualan semen kami secara ritel sudah mencapai 80 persen. Kebanyakan dijual di Jawa," ujar Corporate Communication Superintendent Holcim Indonesia, Deni Nuryandain, di Solo.Deni mengakui, pasar semen di pulau Jawa sangat menjanjikan karena pesatnya pembangunan. Saat ini pihaknya fokus untuk meningkatkan kapasitas produksi."Pabrik yang di Tuban kan sudah selesai. Kapasitas produksi semen meningkat menjadi 40 persen atau 3,4 juta ton per tahun. Total kapasitas produksi semen akan menjadi 12,5 juta ton per tahun," katanya.Menurut Deni, pabrik di Tuban diperkirakan selesai pembangunannya pada pertengahan 2015. Selain Tuban, Holcim punya pabrik semen di Bogor dan Cilacap.Deni mengatakan pabrik di Tuban disiapkan untuk mensuplai permintaan Indonesia Timur."Pasar semen di Indonesia Timur mulai menggeliat. Dengan kapasitas produksi 12,5 juta ton per tahun, kami ada di posisi 3 besar produsen semen di Indonesia. Pangsa pasarnya antara 14-16 persen per tahun," katanya.
Penjualan secara ritel pesat, PT Holcim jelajahi Indonesia Timur
Selain Tuban, Holcim punya pabrik semen di Bogor dan Cilacap.
Rekomendasi