Soal pajak, menkeu beranalogi 'jangan berburu di kebun binatang

"Kami akan mencoba mengubah beberapa stereotype tentang pajak."

Henny Rachma Sari
Oleh Henny Rachma Sari - Reporter
Soal pajak, menkeu beranalogi 'jangan berburu di kebun binatang
bambang brodjonegoro. ©tpidsulut.org

Menteri Keuangan Bambang P.S Brodjonegoro berjanji bakal all out atau mengerahkan segala kemampuan menggenjot penerimaan pajak tahun depan.

"Jangan khawatir, kami akan mencoba mengubah beberapa stereotype tentang pajak," kata Bambang dalam Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang dan Industri (Rapimnas Kadin) Indonesia , Jakarta, Senin (8/12).

Diantaranya, lanjut Bambang, memerbaiki kepatuhan wajib pajak. Rendahnya kepatuhan pajak ditenggarai menjadi penyebab tak tercapainya penerimaan pajak tahun ini.

"Jangan berburu di kebun binatang. Artinya, kami tidak akan mengarah pada wajib pajak kecuali tax payer ini ditenggarai bermasalah," katanya. "Intinya, kalau kami melihat wajib pajak belum membayar pajaknya sesuai ketentuan, harus diperbaiki tax compliance-nya."

Kemudian, menurut Bambang, pihaknya bakal mendorong ekstensifikasi pajak. Mengingat, masih banyak wajib pajak badan terdaftar belum menjalankan kewajibannya membayar pajak.

"Pajak penghasilan (PPh) karyawan saya dapat angkanya cukup mengejutkan, hanya Rp 93 triliun. Yang bikin kaget, PPh nonkaryawan hanya 4 triliun. Harus ada ekstensifikasi."

Bambang mengungkapkan penerimaan pajak plus bea cukai mencapai Rp 1.100 triliun tahun ini. Belum termasuk, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) migas, pertambangan, dan penggunaan frekuensi masing-masing sebesar Rp 300 triliun, Rp 30 triliun, dan Rp 19 triliun. "Kami harus dorong pajak."

Sekedar informasi, penerimaan pajak hanya dua kali mencapai target dalam sepuluh tahun terakhir (2002-2013). Yaitu, pada 2004 dan 2008.

Rekomendasi