Presiden Jokowi menyatakan pengangkatan Dwi Soetjipto sebagai bos anyar Pertamina akan memperkuat posisi pemerintah di industri migas nasional. Jokowi yakin pemilihan Dwi Soetjipto melengkapi kinerja Amien Sunaryadi menjadi Kepala SKK Migas dan Faisal Basri sebagai Ketua Tim Satgas Reformasi Mafia Migas."Ya yang jelas memang perlu manajemen yang kuat di situ. Di SKK Migas sudah ada pak Amien, dan ada juga pak Faisal Basri di tim untuk reformasi di situ dan sekarang ada manajemen yang baru (Pertamina) sehingga nanti ini bisa akan bersinergi jadi lebih baik," ujar Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (28/11).Menurut Jokowi, Menteri BUMN Rini Soemarno melaporkan bahwa Dwi memiliki nilai yang tinggi dibanding calon yang lainnya. Jokowi yakin Dwi dapat menunjukkan kompetensinya dalam menjalankan Pertamina menjadi lebih baik."Rankingnya paling tinggi saat tes karena dites semuanya, baik kemampuan global, kemampuan manajemen, kompetensi, dan lain lain semuanya," ujarnya.Sebelumnya, Dwi Soetjipto akhirnya menjadi orang yang dipilih pemerintah untuk duduk di kursi Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Dwi mengalahkan 17 calon lainnya. Pemilihan bos Pertamina ini melalui proses yang dilakukan lembaga konsultan swasta.Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soermano menuturkan, Dwi mendapat nilai tertinggi dibanding 17 calon lainnya."Ada dari dalam Pertamina, ada dari keluarga besar BUMN, ada dari luar, dan memang harus diakui Pak Dwi mendapatkan skoring tinggi," ujarnya di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta.
Dwi Soetjipto lengkapi personel Jokowi perkuat sektor energi
Jokowi yakin Dwi dapat menunjukkan kompetensinya dalam menjalankan Pertamina menjadi lebih baik.
Rekomendasi