Indonesia belum mampu penuhi kebutuhan mobil sedan buat ekspor

"Karena permintaan dunia itu bukan di MPV, justru permintaannya ada di sedan," kata Jongkie.

Henny Rachma Sari
Oleh Henny Rachma Sari - Reporter
Indonesia belum mampu penuhi kebutuhan mobil sedan buat ekspor
BMW. © TheRichest.com

Indonesia saat ini dinilai hanya berani memproduksi serta menjual kendaraan bermotor di dalam negeri. Padahal, pasar otomotif di dunia masih berpotensi untuk disusupkan berbagai produk kendaraan bermotor buatan dalam negeri.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D. Sugiarto menilai, Indonesia hanya mampu memproduksi serta melempar kendaraan roda empat berpenumpang 4x2 atau multi purpose vehicle (MPV) dengan harga yang ditawarkan cukup murah. "Padahal pasar dunia lebih condong ke mobil sedan," ujar Jongkie di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Senin (24/11).

Jongkie berharap agar pemerintah untuk memperkuat basis produksi mobil sedan dan mampu dilempar ke pasar luar negeri. Dengan adanya basis produksi untuk industri sedan, Indonesia berpeluang besar untuk mengekspor mobil. "Karena permintaan dunia itu bukan di MPV, justru permintaannya ada di sedan."

Jongkie menambahkan, salah satu cara untuk menggenjot ekspor kendaraan bermotor yakni dengan meningkatkan volume produksi kendaraan roda empat jenis MPV dan sedan dengan harga jual mobil yang harus diturunkan. Hal tersebut, bisa dilakukan dengan mengurangi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

Dengan melakukan pengurangan pada PPnBM dengan mesin di bawah 1.500 cc saat ini sebesar 30 persen, berbeda dengan kendaraan 4x2 MPV yang hanya dikenakan PPnBM sebesar 10 persen. "Nah ini kalau bisa disamakan kemungkinan besar pasarnya akan tumbuh," katanya.

Rekomendasi