Menteri ESDM: Amien Sunaryadi ditugaskan benahi SKK Migas

Kepala SKK Migas: Widjanarko balik jadi Wakil Kepala SKK Migas.

Saugy Riyandi
Oleh Saugy Riyandi - Reporter
Menteri ESDM: Amien Sunaryadi ditugaskan benahi SKK Migas
Suasana Kantor SKK. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Pemerintah telah memilih mantan wakil ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Amien Sunaryadi menjadi Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 189/M/2014 tanggal 18 November 2014.

Otomatis, Johannes Widjanarko yang sebelumnya ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Kepala SKK Migas (Plt) kembali menjadi Wakil Kepala SKK Migas sesuai dengan jabatan sebelumnya.

"Sebagai gambaran, Pak Widjanarko masih menjadi Wakil Kepala SKK Migas. Itu pemahaman saya," ujar dia dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (19/11).

Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan penunjukan Amien Sunaryadi menjadi Kepala SKK Migas melewati serangkaian proses. Awalnya, Menteri ESDM mengajukan lima nama calon Kepala SKK Migas ke Komite Pengawas SKK Migas. Kemudian dikerucutkan menjadi dua nama yaitu Amien Sunaryadi dan Aussie Gautama.

"Kenapa saya usulkan satu dari dua nama itu karena pak Amien seorang pejuang. SKK Migas perlu diawaki yang punya semangat pejuang energi. Pak Amien kuat bangun sistem," tegas Sudirman.

Amien punya tugas berat. Sudirman menegaskan, SKK Migas perlu perbaikan kelembagaan. "Perlu kepastian, standarisasi, sederhana karena itu saya pikir dia cocok pimpin sana. Tata ulang organisasi, sistem yang jadi kewenangan penuh dia," kata Sudirman.

Amien Sunaryadi adalah mantan wakil ketua KPK periode 2003-2007. Saat ini dia menjabat sebagai Senior Governance and Anti Corruption Officer di World Bank Indonesia.

Menurut website resmi KPK, sebelum menjabat sebagai Wakil Ketua KPK, Amien adalah mantan Kepala Sub Direktorat Pengawasan Khusus Kelancaran Pembangunan pada Deputi Bidang Pengawasan Khusus Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Pria kelahiran Malang, 23 Januari 1960 ini juga pernah menjabat sebagai manajer pada unit Dispute Analysis and Investigations PT PricewaterhouseCoopers FAS pada Oktober 2000-Juni 2003.

Pada 1988, Amien meraih gelar Akuntan (Ak), Program Diploma IV Spesialisasi Akuntansi dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), Jakarta. Sebelumnya (1982) meraih Ajun Akuntan (AAk), Program Diploma III Spesialisasi Akuntansi dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara, Jakarta.

Tahun 1996 memperoleh Certified Information Systems Auditor (CISA). Sertifikasi ini diberikan oleh Information System Audit and Control Foundation, USA. Tiga tahun sebelumnya (1993), Amien meraih Master of Professional Accountancy (MPA), program S-2 dari School of Accountancy pada College of Business Administration, Georgia State University, Atlanta. Sebagai tambahan pada studi ini, diperoleh tambahan pendidikan yang luas di bidang sistem informasi dan manajemen SDM.

Tahun 1998, Amien mengikuti program pendidikan jangka pendek (satu bulan) The Corruption and Anti-Corruption Training yang diselenggarakan oleh National Center for Development Studies (NCDS) pada Australian National University di Canberra, Australia. Pendidikan ini berfokus pada analisis korupsi secara mendalam dan konsep memeranginya secara luas.

Oktober 2000-Juni 2003, Amien menjabat sebagai manajer pada unit Dispute Analysis and Investigations PT PricewaterhouseCoopers FAS dan pada Juli 2003-Desember 2003 jabatannya berubah menjadi Senior Manager pada unit dan perusahaan yang sama.

Di luar pekerjaannya di perusahaan tersebut, ayah dari tiga orang anak ini menjabat sebagai Program Director Lembaga Pengkajian Good Governance (LPGG) dalam kurun waktu September 1999- Agustus 2004. Pada 1988 meraih Akuntan (Ak), Program Diploma IV Spesialisasi Akuntansi dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara, Jakarta.

Register negara akuntan nomor D-6887. Sebelumnya (1982) telah meraih Ajun Akuntan (AAk), Program Diploma III Spesialisasi Akuntansi dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara, Jakarta.

Rekomendasi