Jokowi didesak hentikan impor gula rafinasi

"Kami dikenakan pajak giling, sedangkan yang impor tidak kena. Ini diskriminasi," kata Ismed.

Novita Intan Sari
Oleh Novita Intan Sari - Reporter
Jokowi didesak hentikan impor gula rafinasi
gula pasir. shutterstock

Biar menekan anjloknya harga gula petani dan industri gula lokal, pemerintah mendatang alias Joko Widodo (Jokowi) diminta menghentikan impor gula rafinasi. Ini perlu dilakukan karena kondisi gula dalam negeri sangat memprihatinkan.

Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Ismed Hasan Putro mengatakan, sebanyak 1 juta ton stok gula milik petani dan perusahaan BUMN tidak laku dijual ke pasaran karena kalah bersaing dengan gula yang hasilkan dari gula rafinasi impor.

"200 ribu ton gula RNI juga tidak bisa keluar gudang. Kesalahan regulasi ini yang menyebabkan petani tebu terbunuh dan tidak bisa menjual gulanya," ujarnya di Kantor RNI, Jakarta, Minggu (12/10).Gula rafinasi yang dikuasai oleh kartel importir gula yang seharusnya ditujukan hanya untuk industri, lebih banyak bocor ke pasaran dan merusak harga gula lokal. "Untuk itu kami minta pemerintah Jokowi untuk menghentikan impor gula rafinasi. Sekarang ini, gula berbasis tebu sudah berkurang dan regulasi memberikan praktik rente dan kartel untuk menguasai gula rafinasi," jelas dia.Kementerian Perdagangan dituding, tidak melakukan usaha maksimal untuk mencegah praktik perembesan gula rafinasi. Sebaliknya, proses produksi gula di dalam negeri juga semakin diberatkan dengan pengenaan pajak giling bagi industri gula nasional."Kami dikenakan pajak giling, sedangkan yang impor tidak kena. Ini diskriminasi. Ini seperti bagian dari grand desain untuk menghancurkan gula nasional. Dua tahun terakhir ini yang paling buruk, dan tidak ada tindakan untuk kendalikan gula rafinasi di pasar," ungkapnya.

Rekomendasi