Pemerintah harus menggenjot nilai tambah produk pertanian. Dengan begitu, kesenjangan pendapatan antarpenduduk di Indonesia bisa berkurang.
Ekonom Faisal Basri mengatakan kesenjangan pendapatan di Indonesia semakin lebar. Ini disebabkan oleh mayoritas penduduk Tanah Air menggantungkan hidupnya pada pertanian yang menghasilkan produk minim nilai tambah.
"Kenapa kita timpang? Pertanian dominan pendapatan sumber masyarakat. Tapi sumbangsih ekonomi kecil karena tak ada added value. Pendapatan petani makin hari makin turun," ujarnya di Jakarta, Selasa (30/9).
Hal tersebut diperparah dengan lahan pertanian yang terus menyusut. Di sisi lain, sektor industri tak mampu menggantikan peran pertanian dalam mengatasi ketimpangan kesejahteraan. "Tapi memble, share industrinya turun," jelas dia.
Faisal menjelaskan, Jepang dan Korea Selatan adalah contoh negara yang bisa mengatasi kesenjangan pendapatan. Menurutnya, pemerintah korsel berhasil meningkatan nilai tambah produk pertanian.
"Jadi, tak ada petani di Korea yang jatuh miskin. Itu pun didorong dengan perkembangan sektor industri yang maju,” ungkapnya.
Adapun Jepang berhasil memangkas kesenjangan sosial dengan memberlakukan pajak warisan terhadap orang kaya. "Jadi tidak ada orang Jepang yang kaya tujuh turunan."