Dahlan Iskan duduk di kursi Menteri BUMN sejak 19 Oktober 2011. Dia ditunjuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggantikan Mustafa Abubakar yang kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk melanjutkan tugas di kabinet.
Sejak dilantik, Dahlan termasuk salah satu menteri yang cukup dikenal publik dengan aksi-aksi koboinya. Belum lepas dari ingatan kita saat Dahlan beraksi di ruang publik mengatur lalu lintas di gerbang keluar tol dalam kota. Atau saat Dahlan membersihkan lantai di terminal 2F Bandara Soekarno Hatta, dan masih banyak aksi koboinya di depan publik.
Bulan depan Dahlan bersama menteri lainnya di kabinet Indonesia Bersatu jilid II bakal lengser. Presiden terpilih Joko Widodo dan wakil presiden terpilih Jusuf Kalla tengah sibuk menyiapkan formasi menteri-menterinya. Beredar nama tokoh-tokoh yang dijagokan masuk kabinet Jokowi-JK. Jauh-jauh hari Dahlan menyatakan minatnya tak lagi masuk kabinet. "Kalau terpilih lagi? Saya tidak mau," kata Dahlan di kantornya, Senin (4/8).
Tidak hanya sekali Dahlan menyatakan menolak masuk kabinet Jokowi-JK meskipun dia termasuk salah satu barisan pendukung pasangan ini. Berulang kali Dahlan menegaskan tak berminat menjadi menteri lagi.
"Jangan tanya itu. Waktu dukung Jokowi,saya tidak ada minta syarat apapun dan permintaan apapun dan saya kalau tidak jadi menteri, pekerjaan saya juga banyak sekali," ujarnya.
Dahlan juga memberi bocoran terkait aktivitasnya nanti setelah lengser dari kursi menteri. Intinya, dia akan kembali menekuni dunia usaha. Merdeka.com merangkum rencana-rencana Dahlan setelah tak lagi jadi menteri. Berikut paparannya.
Advertisement
Jadi sociopreneur
Dahlan Iskan berjanji bakal tetap mengabdi ke masyarakat selepas tak lagi bertugas sebagai menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada 20 Oktober mendatang. Dia bakal menjadi wiraswasta sosial yang fokus mengembangkan biomassa.
"Saya sudah mempersiapkan diri bergerak di bidang sociopreneur. Sociopreneur itu pekerjaan sosial tetapi harus dikelola secara korporasi, harus menguntungkan. Tapi untungnya nggak akan saya ambil, diabdikan untuk kepentingan sosial lagi," kata Dahlan seusai memimpin rapat di kantornya, Jakarta, Kamis (25/9).
Advertisement
Fokus ke daerah yang belum dapat listrik
Dahlan akan membuat pembangkit listrik mandiri yang bisa mengaliri daerah terpencil dan terisolir. Daerah yang dipilih merupakan lokasi yang sulit teraliri listrik oleh PLN, karena tidak layak secara bisnis.
"Nah lahan yang saya pilih adalah melistriki daerah-daerah yang kira-kira dalam 10 tahun yang akan datang belum akan dilistriki PLN. Kan beberapa daerah kan belum ada listriknya," paparnya
"Saya ingin bantu daerah-daerah yang nggak berlistrik. Kira-kira yang sulit dilistriki negara dan PLN," kata Dahlan di Jakarta, Selasa (15/4).
Dahlan mengaku akan fokus membantu pengembangan tenaga listrik dari energi terbarukan atau renewable energy. Sehingga tidak lagi menggunakan BBM.
"Saya mau aktif. Mau kembangkan renewable energy. Ini nggak untuk bisnis. Untuk melistriki daerah pelosok. Saya sudah bilang, nggak akan cari uang. Nggak aktif di perusahaan keluarga. Itu sudah dipegang anak saya dan sudah maju," sebutnya.
Untuk mendukung rencana ini, Dahlan telah mempersiapkan tenaga ahli untuk mengembangkan pembangkit listrik mandiri. Dahlan membiayai pendidikan sebanyak 30 orang untuk dilatih di Sukabumi, Jawa Barat.
"Saya sudah siapkan teman-teman untuk pendidikan. Sekarang sudah ada 30 anak muda yang kita didik untuk menekuni biomass," jelasnya.
Advertisement
Mobil listrik
Salah satu kesibukan Dahlan Iskan saat masih menjabat sebagai menteri adalah mengembangkan mobil listrik.
Meskipun nanti sudah tak lagi jadi menteri, Dahlan mengaku akan terus memperjuangkan industrialisasi mobil listrik di dalam negeri.
"Sedang diperjuangkan untuk menjadi sebuah industri baik dari segi perizinan maupun segi kelayakannya," ujar Dahlan.
Menurut dia, peraturan mengenai mobil listrik seharusnya dapat segera disediakan atau disiapkan pemerintah. Sebab, potensi industri mobil listrik masih memiliki potensi yang baik.
"Jalan terus, kita mau ekspor, kalau di dalam negeri tidak bisa, semoga bisa diekspor," ucapnya.
Advertisement
Kembangkan pertanian dan energi terbarukan
Salah satu usaha biomassa yang akan dikembangkan Dahlan adalah penanaman pohon Kaliandra Merah yang bisa menghasilkan energi listrik setara batu bara kualitas rendah (low rank coal). Energi sebesar itu cukup untuk menerangi daerah terpencil yang tak tersentuh jaringan listrik perusahaan setrum negara.
"Nanti rakyat menanam Kaliandra Merah, pohonnya dijual ke sociopreuneur itu. Dengan demikian rakyat dapat income, sociopreneur ini dapat bahan baku membangkitkan listrik. Nah listrik itu untuk rakyat," ungkapnya.
Menurut Dahlan, Kaliandra Merah tidak sulit untuk ditanam. Setelah ditebang, pohon tersebut bisa tumbuh kembali tanpa perlu menanam ulang.
"Kaliandra itu punya 4 ribu kalori. Jadi sudah seperti batu bara. Jadi kalau pohon itu ditebang, dibakar, itu nilai kalorinya sama dengan Batubara low rank coal," jelas dia.
Saat ini, Dahlan tengah mendidik tiga puluh anak muda untuk menekuni usaha biomassa.
"Kira-kira begitu. Jadi kegiatan sosial saya khusus dibidang itu dan di bidang kemajuan pertanian. Saya tidak akan melakukan khitanan masal, kawin masal, atau bagi sembako. Biarlah itu dilakukan oleh lembaga sosial yang lain," ucap dia.