Pertumbuhan ekonomi Indonesia berpotensi disalip India. Ketimbang Indonesia, negeri asal cerita Mahabharata itu lebih gencer mengembangkan industri berbasis teknologi tinggi.
Hal tersebut diungkapkan oleh Head of Trade Global, Trade and Receivables Finance HSBC Nirmala Salli, di Jakarta, Kamis (25/9)
Menurutnya, ekspor India ke Indonesia didominasi oleh produk bernilai tambah. Sebaliknya, Indonesia hanya mengandalkan ekspor mineral mentah ke India.
"India bisa tumbuh besar karena banyak ekspor produk high tech yang harganya mahal, sedang kita ekspor batu bara kesana. Jadi kita beli satelit kesana saja harganya sudah jomplang. Padahal dulu dia masih ekspor komoditas agrikultur, kita sudah batu bara yang harga lebih mahal."
Tidak hanya itu, India juga mampu membuat produk besi baja dan produk kesehatan berkualitas. Ini kian mengakselerasi pertumbuhan India.
"China ketika membangun untuk olimpiade lalu, ekspor baja dari India. Kemudian juga vaksin kita juga banyak dari india. Research and Development) juga bagus. Di Amerika yang melakukan penelitian juga banyak India."
Di luar itu, kemampuan berbahasa asing masyarakat India juga lebih baik ketimbang Indonesia.
"Di India juga banyak yang sudah bisa bahasa Inggris. Terlebih masyarakatnya juga banyak, kan mereka negara terpadat ketiga setelah China dan Amerika, baru setelah mereka itu Indonesia."
Menurutnya, Indonesia hanya unggul kekayaan alam.