IHSG tetap melemah walau Jokowi jadi presiden

Periode Agustus - Oktober adalah fase terkoreksinya indeks komposite.

Nurul Julaikah
Oleh Nurul Julaikah - Reporter
IHSG tetap melemah walau Jokowi jadi presiden
Saham Anjlok. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Efek atau pengaruh keputusan penetapan presiden dan wakil presiden terpilih, tidak serta merta membuat laju pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menguat. Sekalipun yang terpilih pasangan Joko Widodo - Jusuf Kalla.

Laju pergerakan IHSG dalam rentang Agustus diprediksi mengalami penurunan. Sebab, bulan-bulan tersebut adalah fase melemahnya indeks komposite.

"Dalam periode Agustus - Oktober kami perkirakan IHSG akan memasuki masa koreksi dan akan turun ke rentang 4,800 - 5,000," ujar Head of Equity Research and Strategy at PT Mandiri Sekuritas, John Daniel Rachmat kepada merdeka.com, Rabu (30/7).

Dia menyebut tiga hal menjadi penyebab pelemahan IHSG di tiga bulan ke depan. Pertama, risiko politik atas  penolakan Prabowo Subianto terhadap keputusan KPU.

Kedua adalah risiko ekonomi karena defisit neraca perdagangan di kuartal II 2014 jauh lebih buruk dari yang diperkirakan pasar.

Risiko terakhir, sentimen global terhadap bursa efek Amerika yang diprediksi akan mengalami koreksi signifikan sekitar September - Oktober.

"Ini seiring dengan mencuatnya resiko politik (dari kemungkinan partai Republik memenangkan mayoritas di Senat, yang akan berakibat "policy gridlock" di Amerika Serikat)," jelas dia.

Rekomendasi