10 Tanaman yang Tidak Cocok Ditanam di Bawah Pohon, Bisa Hambat Pertumbuhan

Tanaman yang tidak cocok ditanam di bawah pohon bisa tumbuh kurus dan jarang berbunga akibat naungan kanopi yang terlalu rapat.

Bimo Bagas Basworo
Oleh Bimo Bagas Basworo - Reporter
10 Tanaman yang Tidak Cocok Ditanam di Bawah Pohon, Bisa Hambat Pertumbuhan
Tanaman yang Tidak Cocok Ditanam di Bawah Pohon, Bisa Hambat Pertumbuhan. (Gambar: AI Generated)

Tidak semua tanaman mampu tumbuh optimal di area yang ternaungi pohon besar. Sebagian tanaman yang tidak cocok ditanam di bawah pohon justru mengalami hambatan pertumbuhan karena kekurangan sinar matahari langsung. Kondisi ini membuat batang memanjang, daun pucat, hingga produksi bunga dan buah menurun drastis dibandingkan saat ditanam di area terbuka.

Akar pohon besar cenderung menyerap air dan unsur hara dalam jumlah banyak, sehingga tanaman di sekitarnya harus bersaing ketat untuk mendapatkan nutrisi yang sama. Kanopi yang rapat turut menghalangi cahaya matahari sepanjang hari, membuat proses fotosintesis berjalan tidak maksimal pada jenis tanaman yang sejatinya membutuhkan paparan sinar penuh.

Mengenali jenis tanaman yang tidak cocok ditanam di bawah pohon menjadi penting agar hasil berkebun tidak sia-sia. Berikut adalah beberapa tanaman yang sebaiknya dihindari untuk ditanam tepat di bawah kanopi pohon besar yang dilansir oleh Merdeka.com dari berbagai sumber, Rabu (19/8/2026).

1. Cabai

Pohon Cabai
Pohon Cabai. (Gambar: Hendika S Pratama/Unsplash)

Cabai memerlukan sinar matahari langsung minimal enam jam setiap hari agar tumbuh kuat dan produktif. Naungan pohon yang rimbun menghambat proses pembentukan bunga, sehingga jumlah buah yang dihasilkan jauh lebih sedikit dibandingkan tanaman cabai yang tumbuh di lahan terbuka tanpa halangan cahaya.

Selain masalah cahaya, akar pohon besar juga menyerap sebagian besar air dan nutrisi tanah di sekitarnya. Cabai yang ditanam berdekatan dengan pohon rimbun sering kali mengalami kekurangan pasokan hara, membuat batangnya kurus dan daunnya menguning sebelum waktunya.

Petani dan pekebun rumahan umumnya menyarankan lokasi terbuka atau pot yang bisa dipindah mengikuti arah matahari untuk budidaya cabai. Cara ini membantu tanaman tetap mendapatkan cahaya penuh tanpa terganggu oleh bayangan pohon yang bergerak sepanjang hari.

2. Tomat

Tomat termasuk tanaman buah yang sangat bergantung pada intensitas cahaya tinggi untuk membentuk gula dalam buahnya. Ketika ditanam di bawah pohon, tomat cenderung tumbuh meninggi mengejar cahaya, namun batangnya menjadi lemah dan mudah roboh saat berbuah.

Kondisi ternaungi juga meningkatkan risiko kelembapan berlebih pada daun tomat, yang membuka peluang munculnya jamur dan penyakit busuk daun. Sirkulasi udara yang buruk di bawah kanopi pohon memperparah kondisi ini, terutama pada musim hujan dengan kelembapan tinggi.

Hasil panen tomat yang ditanam di area teduh biasanya berukuran kecil dan rasanya kurang manis dibandingkan tomat yang tumbuh di bawah paparan matahari penuh. Pemilihan lokasi tanam yang tepat menjadi faktor penentu utama kualitas buah tomat.

3. Stroberi

Stroberi
Pohon Stroberi. (Gambar: tzeemeng yap/Pexels)

Stroberi membutuhkan cahaya matahari yang cukup untuk mendukung proses pembungaan dan pematangan buah secara merata. Di bawah pohon yang rindang, tanaman ini cenderung menghasilkan lebih banyak daun namun sedikit bunga, sehingga jumlah buah yang terbentuk pun berkurang signifikan.

Media tanam stroberi juga rentan terhadap kelembapan berlebih akibat kurangnya sirkulasi udara di area ternaungi. Kondisi lembap yang berkepanjangan mempercepat pembusukan buah yang menyentuh tanah, terutama pada varietas stroberi dengan batang pendek dan buah menjuntai rendah.

Penanaman stroberi di lahan terbuka dengan sedikit naungan siang hari terbukti menghasilkan buah lebih manis dan berukuran besar. Petani stroberi di dataran tinggi umumnya memilih lokasi dengan paparan sinar matahari pagi hingga siang secara konsisten.

4. Melati

Melati sebenarnya masih dapat bertahan hidup di tempat yang sedikit teduh, namun pembungaannya akan jauh berkurang tanpa cahaya matahari yang memadai. Di bawah pohon dengan kanopi tebal, melati lebih banyak menumbuhkan daun hijau lebat ketimbang kuncup bunga putihnya yang khas.

Aroma khas bunga melati juga dipengaruhi oleh intensitas cahaya yang diterima tanaman selama masa pertumbuhannya. Tanaman yang kekurangan sinar cenderung menghasilkan bunga dengan aroma lebih tipis dan ukuran kelopak yang lebih kecil dari biasanya.

Penempatan melati di area terbuka dengan sirkulasi udara baik memungkinkan tanaman berbunga sepanjang tahun secara konsisten. Pemangkasan rutin juga lebih efektif dilakukan saat tanaman mendapatkan cahaya cukup untuk mendorong pertumbuhan tunas baru.

5. Bougenville

Bougenville
Bougenville. (Gambar: Ilham Abitama/Unsplash)

Bougenville dikenal sebagai tanaman hias yang membutuhkan sinar matahari penuh untuk menghasilkan bunga kertas berwarna cerah dalam jumlah banyak. Ditanam di bawah kanopi pohon yang rapat, bougenville biasanya hanya menumbuhkan daun hijau tanpa kuncup bunga yang berarti.

Stres cahaya rendah pada bougenville juga memengaruhi ketahanan tanaman terhadap serangan hama seperti kutu putih dan ulat daun. Tanaman yang kurang mendapat sinar cenderung memiliki daya tahan lebih lemah dibandingkan bougenville yang tumbuh di bawah paparan matahari langsung.

Pekebun biasanya menempatkan bougenville di area terbuka seperti pagar rumah atau pergola tanpa naungan pohon besar. Pemangkasan bentuk juga lebih mudah dikendalikan saat cahaya matahari merangsang pertumbuhan cabang baru secara merata ke segala arah.

6. Kembang Sepatu

Kembang sepatu memerlukan paparan matahari langsung agar mampu menghasilkan bunga besar berwarna cerah secara rutin sepanjang musim. Di lokasi yang ternaungi pohon besar, tanaman ini cenderung tumbuh kurus dengan jarak antar daun yang memanjang tidak wajar.

Kekurangan cahaya pada kembang sepatu juga memperlambat proses fotosintesis yang dibutuhkan untuk pembentukan kuncup bunga baru. Akibatnya, tanaman lebih sering menggugurkan kuncup sebelum sempat mekar sempurna, terutama saat kondisi naungan berlangsung dalam waktu lama.

Penanaman kembang sepatu di halaman terbuka dengan tanah subur dan drainase baik menghasilkan pertumbuhan yang jauh lebih optimal. Perawatan rutin berupa pemupukan dan penyiraman teratur juga lebih efektif mendukung pembungaan saat tanaman mendapat cahaya cukup.

7. Lidah Mertua

Lidah Mertua
Lidah Mertua. (Gambar: Dương Nhân/Pexels)

Lidah mertua memang dikenal tahan terhadap kondisi minim cahaya sehingga sering dijadikan tanaman hias dalam ruangan. Namun, ditanam langsung di luar ruangan tepat di bawah pohon rindang, pertumbuhannya bisa melambat dan corak khas pada daunnya menjadi kurang tajam.

Kelembapan tanah yang berlebih akibat naungan pohon juga menjadi ancaman utama bagi lidah mertua, sebab tanaman ini sejatinya menyukai media tanam yang cenderung kering. Akar yang terus-menerus lembap berisiko membusuk dan memicu kematian tanaman secara perlahan.

Lidah mertua lebih cocok ditempatkan di area dengan cahaya tidak langsung namun tetap terang, seperti teras rumah atau dekat jendela besar. Penyiraman yang jarang namun teratur turut menjaga kesehatan akar tanaman ini dalam jangka panjang.

8. Rosemary

Rosemary merupakan tanaman herbal asal wilayah Mediterania yang tumbuh subur di bawah sinar matahari penuh dan tanah berdrainase baik. Area di bawah pohon besar umumnya minim cahaya sekaligus lembap, dua kondisi yang bertolak belakang dengan kebutuhan dasar rosemary.

Persaingan akar dengan pohon besar juga membuat rosemary kesulitan menyerap unsur hara dan air yang dibutuhkan untuk pertumbuhan daunnya yang beraroma khas. Tanaman yang kekurangan nutrisi cenderung menghasilkan daun kecil dengan aroma yang jauh lebih lemah.

Penanaman rosemary di pot dengan media porous dan lokasi terbuka menjadi pilihan terbaik bagi pekebun rumahan. Sinar matahari pagi hingga siang hari secara langsung membantu rosemary tumbuh rimbun sekaligus mempertahankan kandungan minyak atsiri pada daunnya.

9. Jeruk dalam Pot

Jeruk dalam Pot
Jeruk dalam Pot. (Gambar: AI Generated)

Jeruk seperti jeruk nipis, jeruk kasturi, dan jeruk lemon membutuhkan sinar matahari melimpah untuk mendukung proses pembungaan hingga pembentukan buah yang manis. Ditempatkan di bawah pohon besar, tanaman jeruk dalam pot cenderung berbunga sedikit dan buahnya terasa asam.

Kanopi pohon yang menaungi pot jeruk juga menghambat sirkulasi udara di sekitar daun, meningkatkan risiko serangan jamur embun jelaga dan hama kutu daun. Kondisi lembap yang berkepanjangan mempercepat kerusakan daun serta menurunkan produktivitas tanaman jeruk secara keseluruhan.

Menempatkan pot jeruk di area terbuka seperti halaman depan atau balkon yang terkena matahari penuh terbukti menghasilkan buah lebih lebat dan rasa lebih segar. Rotasi posisi pot secara berkala juga membantu memastikan seluruh bagian tanaman mendapat cahaya merata.

10. Pandan Wangi

Pandan wangi sebenarnya tergolong tanaman yang cukup toleran terhadap naungan ringan, namun bukan pilihan ideal untuk area yang gelap sepanjang hari di bawah pohon besar. Kekurangan cahaya dalam waktu lama membuat pertumbuhan daunnya melambat dan aromanya menjadi kurang kuat.

Daun pandan yang tumbuh di tempat terlalu teduh cenderung berwarna hijau pucat dan bertekstur tipis, berbeda dengan daun pandan yang tumbuh di area cukup cahaya dengan warna hijau tua pekat. Kandungan senyawa aromatik pada daun juga dipengaruhi oleh intensitas cahaya yang diterima.

Penanaman pandan wangi di pinggir kolam atau area terbuka dengan sedikit naungan siang hari umumnya memberikan hasil daun yang lebih wangi dan tebal. Penyiraman rutin tetap diperlukan mengingat pandan menyukai kondisi tanah yang lembap namun tidak tergenang.

Pertanyaan Seputar Tanaman yang Tidak Cocok Ditanam di Bawah Pohon

Mengapa tanaman tertentu tidak cocok ditanam di bawah pohon besar?

Naungan pohon besar menghalangi sinar matahari langsung yang dibutuhkan sebagian tanaman untuk berfotosintesis secara optimal. Akar pohon yang luas juga menyerap air dan unsur hara dalam jumlah besar, sehingga tanaman di sekitarnya kekurangan nutrisi untuk tumbuh dan berbunga.

Apa ciri tanaman yang mengalami kekurangan cahaya akibat naungan pohon?

Tanaman yang kekurangan cahaya biasanya menunjukkan batang memanjang tidak wajar, daun pucat atau menguning, serta produksi bunga dan buah yang jauh berkurang. Beberapa jenis tanaman bahkan berhenti berbunga sama sekali jika kondisi naungan berlangsung dalam waktu lama.

Tanaman apa saja yang justru cocok ditanam di bawah pohon rindang?

Tanaman seperti keladi, suplir, pakis, sirih gading, dan beberapa jenis aglaonema umumnya tumbuh baik di area teduh. Jenis tanaman ini secara alami beradaptasi dengan kondisi minim cahaya sehingga tidak memerlukan paparan matahari langsung untuk tumbuh sehat.

Bagaimana cara mengatasi lahan di bawah pohon agar tetap bisa ditanami?

Pemilihan jenis tanaman yang toleran terhadap naungan menjadi solusi utama untuk lahan di bawah pohon besar. Penggunaan pot yang bisa dipindahkan mengikuti pergerakan sinar matahari juga membantu tanaman tertentu tetap mendapatkan cahaya yang cukup sepanjang hari.

Apakah semua area di bawah pohon pasti kekurangan sinar matahari?

Tingkat naungan setiap pohon berbeda tergantung kerapatan dan bentuk kanopinya. Area di bawah pohon yang masih menerima sinar matahari selama beberapa jam pada pagi atau sore hari cenderung lebih ramah bagi tanaman dibandingkan lokasi yang tertutup kanopi sepanjang hari penuh.

Rekomendasi