Menteri Pekerjaan Umum (PU) menyebut, ambruknya jembatan Cibaruyun, Ciamis, Jawa Barat tidak memberikan dampak besar terhadap perjalanan mudik masyarakat. Dampaknya tidak terlalu besar dibanding amblasnya Jembatan Comal yang ada di Jalur Pantura.
Alasan Djoko Kirmanto, ada jalan alternatif lain untuk menghindari jembatan Cibaruyun yang saat ini masih dalam tahap perbaikan.
"Sedang dikerjakan, ini kan tidak krusial seperti di Comal, banyak jalan aternatif disana, beda dengan Comal," ucap Djoko Kirmanto di Kantornya, Jakarta, Jumat (25/7).
Untuk mengantisipasi dan memastikan kelancaran arus mudik, pihaknya sedang membangun jembatan bele atau darurat. Diharapkan waktu dekat akan selesai. "Mudah-mudahan selesai,"kata dia.
Jembatan Cibaruyan, Dusun Cianda, Desa Sukahaji, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat sejak Kamis (24/7) dini hari mengalami ambrol. Namun Sabtu (26/7) siang besok, jembatan yang akan dilintasi pemudik via jalur selatan Jawa Barat sudah bisa dilalui.
Hal itu dipastikan setelah pemerintah melalui Bina Marga melakukan perbaikan secara kebut mengingat jalur itu cukup sentral bagi pemudik. Menurut Dirlantas Polda Jabar Kombes Pol Djoko Rudi, menggantungnya jembatan tidak memakan banyak ruas.
"Paling yang ambrol itu hanya sepenggal atau sekitar satu meter, sehingga besok siang diperkirakan jembatan sudah kembali bisa dilalui," katanya saat dihubungi merdeka.com, Jumat (25/7).
Saat ini perbaikan non stop dilakukan. Jalur tersebut ditutup untuk kendaraan umum. Beberapa jalur alternatif bagi yang berasal dari Bandung atau Jakarta menuju Jateng bisa melewati Rajapolah-Sindangkasih. Atau alternatif lainnya adalah Rajapolah-Bojongjengkol-Simpang Tiga Sukamulya.