PT Semen Indonesia Tbk. (SMGR) optimistis terjadi peningkatan penjualan semen pada semester I-2014 menjadi sebesar Rp 12,79 triliun ketimbang periode sama tahun lalu sebesar Rp 11,42. Ini lantaran induk BUMN semen itu memproyeksikan volume penjualan meningkat 12 persen.
"Tingginya konsumsi semen dalam negeri dan juga adanya kenaikan harga jual yang mulai didistribusikan pada tahun ini menjadi salah satu pemicu meningkatnya penjualan perseroan," ujar Direktur Utama Semen Indonesia Dwi Soetjipto, Jakarta, Selasa (15/7).
Sejalan dengan hal tersebut, laba bersih juga diproyeksikan tumbuh sekitar 8 persen menjadi Rp 2,78 triliun dari sebelumnya sebesar Rp 2,58 triliun.
"Kenaikan pos penjualan diimbangi dengan adanya peningkatan volume penjualan sebanyak 4,9 persen. Sedangkan untuk penjualan dalam negeri, pertumbuhannya dapat mencapai 6 persen," jelas dia.
Lebih lanjut, dia mengatakan, pertumbuhan penjualan semen dalam negeri di topang oleh PT Semen Gresik yang mencatatkan volume penjualan sebanyak 6,89 juta ton, atau tumbuh 9,6 persen dibandingkan sebelumnya sebesar 6,28 juta ton.
Kemudian diikuti oleh PT Semen Tonasa yang mencatatkan pertumbuhan volume penjualan sebanyak 3,7 persen menjadi 2,55 juta ton, sebelumnya sebesar 2,46 juta ton.
Sebaliknya, PT Semen Padang mencatat penurunan volume penjualan sebesar 1,9 persen menjadi 3,33 juta ton dari sebelumnya 3,39 juta ton.