Aliran modal asing tak kenal siapa presiden Indonesia

Investor asing lebih mempertimbangkan faktor keamanan ketimbang sosok pengganti Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Nurul Julaikah
Oleh Nurul Julaikah - Reporter
Aliran modal asing tak kenal siapa presiden Indonesia
Debat Capres 2014. ©2014 Merdeka.com

Siapapun presiden Indonesia mendatang, aliran dana asing dinilai bakal tetap membanjiri pasar modal Tanah Air. Investor asing lebih mempertimbangkan faktor keamanan ketimbang sosok pengganti Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Direktur Penilaian PT Indonesia Bond Pricing Agency Wahyu Trenggono mengungkapkan bahwa investor asing bersiap  masuk ke Indonesia dengan membawa modal sekitar Rp 104 triliun sepanjang Januari-Juni 2014.

"Artinya dolar masuk ke kita besar sekali, mereka tidak berpikir siapa presidennya, tapi melihat keamanan," katanya saat pelatihan tentang kurva imbal hasil obligasi di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/7).

Penguatan rupiah juga pertanda modal asing mengalir masuk ke Indonesia. Beberapa hari menjelang pemilihan presiden, kurs rupiah menguat sekitar Rp 11.500 per USD dari sebelum yang menyentuh Rp 12 ribu per USD.

"Rupiah setelah tanggal 9 Juli malah menguat. Artinya, dolar masuk ke kita akhirnya rupiah menguat di angka 11.600, artinya investor ini masuk dan tidak lari," ujar Wahyu.

Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) sempat mencapai level tertinggi pasca-pilpres. Meskipun keesokan harinya kembali turun lantaran diserang aksi ambil untung oleh investor. 

"Investor melihat tidak terjadi kekacauan menjadi plus buat Indonesia,"katanya.

Rekomendasi