Inflasi 0,16 akibat pengusaha naikkan harga sebelum listrik naik

Inflasi akan masih nampak di Indonesia hingga dua bulan mendatang.

Ardyan Mohamad
Oleh Ardyan Mohamad - Reporter
Inflasi 0,16 akibat pengusaha naikkan harga sebelum listrik naik
kenaikan harga listrik penyumbang inflasi. ©2013 merdeka.com/arie basuki

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut pengusaha banyak yang sudah membebani peningkatan harga jual pada konsumen dengan alasan adanya tarif dasar listrik baru per Mei 2014. Padahal, harga listrik untuk industri seharusnya baru tertagih awal Juni. Ini membuat inflasi bulan lalu terkerek ke tingkat 0,16 persen, di atas prediksi awal BPS.

"Seharusnya di bawah 0,1 persen (inflasi Mei 2014). Ini kan 0,16 persen ada kenaikan harga dibebankan merata ke konsumen. Harga produk macam-macam naik, alasannya listrik itu," kata Deputi Bidang Statistik Barang dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo, di Jakarta, Senin (2/6).

Tapi, langkah pengusaha itu masih membuka kemungkinan positif untuk data inflasi Juni 2014. Soalnya, harga-harga barang bulan depan sudah mengalami penyesuaian. Ancaman besar yang menyebabkan inflasi dalam periode berikutnya adalah adanya tahun ajaran baru di seluruh tingkat pendidikan, serta mulai bulan puasa. Sehingga inflasi akan masih nampak di Indonesia hingga dua bulan mendatang.

"Pokoknya kalau di Indonesia, puasa sampai lebaran, masyarakat akan konsumtif. Pengaruhnya, sekitar lebaran, baru bisa kita tahan inflasinya," kata Sasmito.

Indeks Harga Konsumen untuk Mei 2014, sebesar 0,16 persen. Ini terutama akibat peningkatan harga di makanan jadi, minuman, rokok, elpiji, serta sandang dan perhiasan. Inflasi tahun kalender 1,56 persen. Sedangkan inflasi inti dalam perbandingan tahun ke tahun berada di level 4,82 persen.

Rekomendasi