Dirjen pajak angkat tangan tambah pendapatan

Penerimaan negara, dipastikan akan berkurang sampai Rp 70 triliun karena perlambatan ekonomi.

Alwan Ridha Ramdani
Oleh Alwan Ridha Ramdani - Reporter
Dirjen pajak angkat tangan tambah pendapatan
Dirjen Pajak di KPK. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Kementerian Keuangan mengaku sudah tidak bisa lagi melakukan upaya menambah penerimaan negara. Penerimaan negara, dipastikan akan berkurang sampai Rp 70 triliun karena perlambatan ekonomi."Effort kita sudah besar, kalau tidak ada effort bisa Rp 100 triliunan berkurangnya," ujar Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Fuad Rahmany di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (21/5).Dia masih berharap ada tambahan pemasukan dari produksi minyak, tetapi, hal tersebut ternyata juga mentok. "Kami sudah mentok. Ekonominya turunnya juga banyak kan? Ya sudah sesuai dengan ekonomi saja."Fuad menegaskan dengan pertumbuhan ekonomi dikoreksi menjadi 5,2 persen  dari 6 persen membuat penerimaan menurun drastis. "Besar itu. Itu pertumbuhan riil, kalau tambah inflasi gede lagi. Secara nominal memang ekonomi kita perlambatan ekonomi cukup besar," katanya.Dia mengatakan, strategi awal tahun dalam menggenjot pendapatan, tidak bisa dilakukan pada kuartal kedua tahun ini. "Sekarang bagus, ke depan belum tentu bagus. Dampak pertumbuhan ekonomi 5,2 itu baru kelihatan nanti di kuartal ke dua. Kuartal satu banyak upaya yang bikin membaik. Jangan terus optimis," katanya.Fuad menegaskan pihaknya sudah memperingatkan DPR agar menambah pegawai pajak untuk menggenjot penerimaan negara. Pihaknya sejak dua tahun lalu sudah komplain agar bawahannya ditambah."Tidak ada yang bisa dikorek lagi. Dari PPH? Faktanya ada perusahaan yang tidak untung, mau dikorek dari mana? Mau bayar pakai baju?" katanya.Dia mengatakan untuk tahun ini, pendapatan dari pajak sudah tidak bisa diharapkan untuk menutup potensi defisit anggaran mencapai Rp 400 triliun. "Terima saja kenyataannya. Jadi pengeluarannya potong. Problemnya di mana? Kan disubsidi, kalau itu bisa diperbaiki Rp 50 triliun lumayan, belanja modal tidak jadi turun," ujarnya.

Rekomendasi