Dahlan puji CT nyaris sempurna jika jadi Menko Perekonomian

Menurut Dahlan, Chairul Tanjung tidak hanya mumpuni sebagai menteri tapi juga layak dijagokan sebagai presiden.

Nurul Julaikah
Oleh Nurul Julaikah - Reporter
Dahlan puji CT nyaris sempurna jika jadi Menko Perekonomian
Chairul Tanjung CNN. ©humas TransTV

Kemarin siang, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa resmi mundur dari jabatannya. Pengunduran ini dilakukan karena dirinya akan menjadi calon wakil presiden (cawapres) dari calon presiden (capres) Prabowo Subianto pada pemilihan presiden (pilpres).

Santer beredar kabar, bos Trans Corp Chairul Tanjung digadang-gadang sebagai calon kuat untuk duduk di kursi Menko Perekonomian yang ditinggalkan Hatta.

Menanggapi hal tersebut, Menteri BUMN Dahlan Iskan memuji habis sosok Chairul Tanjung . Sebagai orang yang dekat dengan CT, Dahlan memuji bos Trans Corp tersebut sosok yang nyaris sempurna. Karena itu Dahlan melihat CT cocok mengisi kekosongan kursi Menko Perekonomian untuk 5 bulan ke depan. Dia diyakini bisa menuntaskan tugas yang belum diselesaikan Hatta.

Dahlan mengaku tak masalah jika harus bekerja sama dengan CT dalam kabinet. "Saya dengan siapa saja cocok, dan kalau pak Chairul jadi Menko selama 5 bulan ini bisa menyelesaikan beberapa hal," ujar Dahlan di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (14/5).

Dahlan tak henti memuji Chairul Tanjung . Dalam pandangannya, Chairul Tanjung tidak pernah memanfaatkan kedekatan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) untuk kepentingan pribadi. Mantan Dirut PLN ini menyebut CT nyaris sempurna.

"Orangnya bagus, bersih, selama ini tidak pernah goreng-goreng saham, tidak pernah tipu-tipu teman pengusaha, enggak pernah akalin teman, enggak pernah ada fasilitas dari pemerintah. Pokoknya nyaris sempurna," puji Dahlan.

Menurut pria kelahiran Magetan Jawa Timur ini, Chairul Tanjung tidak hanya mumpuni sebagai menteri, tapi juga layak dijagokan sebagai orang nomor satu di Indonesia.

"Sangat-sangat mumpuni kalau enggak ya enggak mungkin jadi ketua KEN. Lebih mumpuni, Presiden pun mumpuni," jelasnya.

Rekomendasi