Asosiasi Industri Plastik dan Olefin Indonesia (Inaplas) menyebut pihaknya membutuhkan nafta, bahan baku petrokimia, sebanyak 5 ribu ton per hari. Untuk memenuhi kebutuhan itu, industri petrokimia terpaksa mengandalkan impor.
Ketua Umum Inaplas Amir Sambodo mengatakan, impor bahan baku petrokimia bisa ditekan asal pemerintah bisa membangun tiga kilang baru.
"Guna menjawab kebutuhan bahan baku nafta bagi industri petrokimia nasional, maka setidaknya perlu ada tiga kilang minyak baru," ujar Amir di Jakarta, Selasa (11/3).
Menurut Amir, saat ini pihaknya hanya menerima pasokan bahan baku petrokimia dari dalam negeri sekitar 800 ton per hari. Pasokan itu berasal daro beberapa kilang, salah satunya milik Pertamina di Cilacap, Jawa Tengah.
"Saya pikir pemerintah harus mewujudkan pembangunan tiga kilang minyak baru agar bisa menjawab kebutuhan nafta bagi industri petrokimia nasional," pungkas dia.