PT Jasa Marga (Persero) Tbk berkukuh akan meneruskan proyek jalan tol atas laut Jawa, menghubungkan Jakarta-Surabaya. Untuk kepentingan pra-studi kelaikan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini ingin fokus menghubungkan lebih dulu Jawa Tengah-Jawa Timur, dalam fase pertama proyek ambisius tersebut.
"Kalau dari Jakarta-Semarang jalurnya sejajar pantai utara Jawa, tapi kalau dari Semarang ke Surabaya kan melintang ke Selatan, jadi kita hubungkan dari sana (atas laut). Makanya sepertinya yang tepat memang dari Jateng ke Jatim," kata Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman, di Jakarta, Selasa (11/3).
Dia menyatakan, kajian pra-studi kelaikan harus sudah selesai April mendatang. Jasa Marga merupakan ketua konsorsium atau gabungan 19 BUMN. "Kalau nanti April keluar (hasil kajian) akan kelihatan laik atau tidak, kalau tidak, ya barangkali tetap akan diserahkan rekomendasinya kepada pemerintah," ujarnya.
Ditemui terpisah, Direktur Keuangan Jasa Marga Reynaldi Hermansjah menyatakan anggota konsorsium sudah aktif membicarakan hitungan biaya megaproyek jalan tol ini. Sampai sekarang, koalisi perusahaan pelat merah optimis jalan tol di atas laut ini masuk akal dari segi pendanaan.
"Kalau mengenai pendanaan, debt equity rasio di kisaran 30 persen, kalau feasible pasti masuk buat perbankan," kata Reynaldi.
Bila studi kelaikan sesuai rencana, dan proyek ini menguntungkan secara bisnis, Jasa Marga berniat memulai tender pada pertengahan Desember 2014.
Dari segi teknis tol atas laut ini punya hambatan teknis tak sedikit. Mulai dari ombak, gelombang pasang, serta perhitungan efisiensi investasi untuk balik modal (Internal Rate of Return/IRR).
Akan tetapi Konsorsium BUMN tetap bersemangat membangun tol di atas laut ini karena sukses di Tol Bali Mandara, Tanjung Benoa. Adityawarman mengatakan pembangunan tol di atas perairan sangat cepat, karena tidak butuh pembebasan lahan yang bertele-tele.
Bila fase tahap 1 terhubung, maka jalan tol atas laut ini akan dilanjutkan di rute Jakarta-Semarang. Total, konsorsium BUMN membayangkan megaproyek ini membentang 775 kilometer menghubungkan sisi utara Jawa.
Menteri BUMN Dahlan Iskan jadi salah satu pendukung utama tol laut Jawa. Alasannya, satu dekade mendatang, jumlah kendaraan akan meningkat. Dikhawatirkan, jalan nasional di Pantura maupun tol trans Jawa tidak memadai lagi.