Geruduk kantor Dahlan, pilot Merpati pulang gigit jari

Kejelasan mengenai nasib tunggakan gaji para pegawai Merpati belum menemukan titik terang.

Nurul Julaikah
Oleh Nurul Julaikah - Reporter
Geruduk kantor Dahlan, pilot Merpati pulang gigit jari
Pilot dan Pramugari Merpati mundur. ©2014 Merdeka.com

Puluhan pilot yang tergabung dalam Asosiasi Pilot Merpati (APM) harus gigit jari menunggu kepastian pembayaran tunggakan tiga bulan gaji. Pasalnya, saat pertemuan dengan Deputi Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN Wahyu Hidayat selama dua jam, hanya melakukan penampungan keluhan yang kemudian bakal disampaikan kepada Menteri BUMN, Dahlan Iskan."Keputusan belum ada karena tidak ketemu langsung Menteri Negara BUMN. Pesan-pesan kita akan disampaikan oleh Deputi ke Meneg kemudian akan diolah oleh Meneg," ujar Sekjen APM, Adhitya Priyo di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (3/3).APM menuntut agar Merpati harus diselamatkan dari krisis keuangannya. Selain itu, ada kejelasan apakah akan dilakukan likuidasi atau tidak sebagai langkah penyelamatan."Harus jelas mau diselamatkan atau dilikuidasi itu harus jelas dari pemerintah," katanya.Saat ini 220 pilot yang terdiri dari pegawai tetap dan kontrak bernasib tak jelas. Atas hal itu, APM hari ini mendatangi kantor BUMN. Namun, keinginan bertemu Dahlan berbuah kekecewaan."Kecewa ya kecewa karena kita inginnya ketemu Pak Dahlan biar segera ada keputusan dan akan dicarikan solusi, sampai sekarang enggak ada," jelasnya.Pihak manajemen, lanjutnya, selalu memberikan janji-janji tanpa kejelasan yang pasti.Sebelumnya, puluhan pilot tersebut ingin datang pukul 05.30 WIB, saat Dahlan melakukan rutinitas senam pagi. Namun, karena sebagian besar pilot kesiangan, mereka baru sampai di Kementerian BUMN sekitar pukul 07.00 WIB."Ini tindak lanjut dari pertemuan bipartit dengan direksi, makanya kita mau tanyakan ke pak Dahlan," jelasnya.Ketua Umum Asosiasi Pilot Merpati Sarjito enggan menjelaskan secara detail tujuan kedatangan mereka ke Kementerian BUMN. Dia akan memberikan keterangan rinci setelah bertemu dengan Dahlan Iskan."Saya belum bisa menjelaskan, nanti saja setelah ketemu dengan pak Dahlan. Ini saja belum janjian, kita datang saja," ucap Sarjito.

Rekomendasi