Carrefour dan Giant dituding curang dalam berjualan

Kedua gerai tersebut tidak menjelaskan mengenai sertifikasi dan stadardisasi barang yang dibeli konsumen.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Carrefour dan Giant dituding curang dalam berjualan
Carrefour. AFP PHOTO THOMAS SAMSON

Gerai ritel Giant dan Carrefour dituding curang dalam berjualan. Pasalnya, dalam berjualan, kedua gerai tersebut tidak menjelaskan mengenai sertifikasi dan stadardisasi barang yang dibeli konsumen.

Hal ini diungkapkan Pengamat Survei dan Sertifikasi, Rudianto dalam acara Workshop Jurnalistik 'Urgensi Survei dan Sertifikasi dalam Masyarakat Ekonomi Asean', di Garut, Jawa Barat, Minggu (16/2).

Rudianto mencontohkan, dalam berjualan bola lampu seharusnya gerai tersebut menjelaskan kalau bola lampu tersebut mati dalam jangka sekian waktu maka boleh diganti dengan bola lampu baru.

Bola lampu yang sudah melakukan sertifikasi dan standarisasi bisa ditukar jika rusak kurang dalam waktu setahun.

"Ace Hardware sekarang sudah mengatakan. Tapi Carrefour, Giant sering saya lihat dan saya sering tanyain. Mereka enggak menceritakan kalau bola lampu itu bisa ditukar. Bola lampu harusnya garansi, peritel itu harusnya mengatakan," jelasnya.

Menurut Rudi, kesalahan ini murni oleh gerai bersangkutan dan bukan kesalahan standardisasi bola lampu tersebut. "Gerai itu kan sell service. Peritelnya itu seharusnya menjamin, rusak setahun diganti. Lampu udah dibeli rusak perlu ganti," cetusnya.

Rudi juga meminta pemerintah melakukan pengawasan terhadap gerai atau ritel yang curang dalam berjualan. Pemerintah bisa saja meminta perusahaan BUMN, Sucofindo untuk melakukan inspeksi.

"Ada ketentuan itu dan harus disampaikan. Setidaknya ada keterangan di tempat display tadi. Sucofindo jika diperintahkan bisa inspeksi tadi ke pasar. Tapi bukan itu saja, mekanisme ini seharusnya dibakukan," tutupnya.

Rekomendasi