Impor bahan baku produk fesyen Indonesia tembus Rp 67 triliun

Pemerintah genjot produksi serat alami untuk bahan baku fesyen.

Ahmad Baiquni
Oleh Ahmad Baiquni - Reporter
Impor bahan baku produk fesyen Indonesia tembus Rp 67 triliun
Indonesai Fashion Week. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Kementerian Perindustrian mencatat, jumlah impor bahan baku untuk industri fesyen Indonesia ternyata cukup besar. Sepanjang tahun 2013, nilai impor bahan baku fesyen mencapai USD 5,6 miliar.

"Angka yang ada, kita memang memang mengekspor produk fesyen sebesar USD 10,9 miliar sedangkan impor USD 5,6 miliar," ujar Dirjen Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian Euis Saedah dalam konferensi pers 'Indonesia Fashion Week 2014'di Galeri Nasional, Jakarta, Kamis (13/2).

Euis menuturkan, Indonesia merupakan konsumen untuk bahan baku serat buatan seperti polyester dan rayon. Untuk mengatasi agar impor tidak semakin membengkak, pihaknya kini tengah mendorong pengalihan penggunaan serat buatan ke serat alami yang tersedia di dalam negeri.

Dia melihat besarnya potensi yang dapat dimanfaatkan untuk memproduksi serat alam. Beberapa komoditas pertanian Indonesia dapat dimanfaatkan untuk memproduksi serat alam sebagai bahan baku tekstil.

"Ada juga dari Pisang, Nanas, ulat doyo, sedang terus kami dorong untuk menghasilkan serat alami dan warna alami, yang kami coba diangkat dengan teknologi yang ada menjadi teknologi tinggi," ungkap dia.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu mengatakan, produk fesyen di Indonesia banyak diminati di luar negeri. Ini karena produk fesyen Indonesia dianggap unik lantaran membawa nilai kearifan lokal.

"Ada konsep go local dan go green. Kita menjadi kearifan lokal yang diterjemahkan ke fesyen ala Indonesia, yang tentunya tidak lepas dari tren di luar negeri," kata Mari.

Untuk menunjang semakin menguatnya ekspor produk fesyen, Mari mengatakan, pihaknya telah memiliki formula tersendiri.

"Kita sudah mempunyai kerangka dan kita isi dengan tantangan berupa desain dan mencari market serta industri yang berkelanjutan," katanya.

Rekomendasi