Posisi menteri perdagangan masih belum jelas kendati Gita Wirjawan tetap diminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bekerja sampai penggantinya terpilih. Di sisi lain, Kementerian Keuangan berharap segera ada sosok baru yang dapat fokus bekerja, lantaran ada upaya pengendalian inflasi.
Inflasi Januari 2014 terbukti melonjak dibanding tahun lalu, mencapai 1,07 persen. Karena penyebabnya adalah bahan pangan, maka kerja keras kementerian perdagangan dibutuhkan. "Makanya dari itu, kita harus mengendalikan perdagangan. Maka dari itu tanya (strategi) ke menteri perdagangan baru," kata Menteri Keuangan Chatib Basri di Jakarta, Senin (3/2).
Jika boleh memberi saran kepada calon mendag yang baru, Chatib berharap tidak ada lagi sistem kuota dalam pemenuhan bahan pangan. Adanya mekanisme pembatasan seperti itu rentan mempengaruhi pergerakan harga. Terbukti, Agustus tahun lalu, ketika sistem importasi pangan diubah dari mekanisme kuota menjadi basis tarif, harga cenderung terus menurun.
"Kalau Anda mau bikin harga stabil, jangan diterapkan kuota. Itu saja sih. Nanti kita lihat menteri perdagangan yang baru," kata mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) ini.
Di sisi lain, cuaca buruk, banjir, maupun bencana lain yang melanda Indonesia selama awal tahun ini diakui menkeu memang berpengaruh cukup besar. Karena itu, bila pemerintah ingin inflasi tahunan bisa mencapai 5,5 persen di akhir 2014 sesuai APBN, Chatib berharap seluruh kementerian bisa bekerja keras menjalankan perbaikan infrastruktur dan hambatan distribusi.
"Kuncinya di situ. Saya bukannya menyalahkan banjir, tapi distribusi pangan terganggu akibat banjir. Ya ini tugas pemerintah," tandasnya.
Akhir pekan lalu, Presiden SBY tetap memerintahkan Gita Wirjawan bekerja sebagai Menteri Perdagangan sampai dia memilih penggantinya. Gita mengundurkan diri dari jabatan menteri karena ingin fokus mengikuti Konvensi Partai Demokrat.
"Dalam konteks Kementerian Perdagangan ini, sebagaimana tadi yang sudah dijelaskan tadi oleh Mensesneg, bahwa Pak Gita Wirjawan telah mengundurkan diri per tanggal 31 Januari 2014. Namun Bapak Presiden meminta agar Pak Gita tetap berada di posnya di Kementerian Perdagangan sampai menteri definitif diumumkan atau ditunjuk oleh Bapak Presiden," kata Juru Bicara Presiden SBY, Julian Aldrin Pasha di Istana Presiden, Jakarta Pusat, Sabtu (1/2).