Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo meyakini pengelolaan potensi kelautan sebagai sumber utama perekonomian dengan mengedepankan pelestarian lingkungan, sering disebut blue economy, dapat membawa kemakmuran bagi bangsa Indonesia.
"Melalui konsep blue economy kita akan dapat membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat, mengubah kemiskinan menjadi kesejahteraan serta mengubah kelangkaan menjadi kelimpahan," kata Sharif saat peluncuran buku "Our Blue Economy: An Odyssey to Prosperity di Ayodya Resort, Nusa Dua, Bali, Sabtu (5/10) malam.
Dengan kata lain, menurut Cicip, konsep tersebut tidak hanya menjamin pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tetapi juga menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan.
"KKP tetap konsisten menata kembali pola pembangunan kelautan dan perikanan dengan mengadopsi konsep pembangunan berkelanjutan yang lebih menekankan pada ekonomi biru. Konsep blue economy akan bertumpu pada pengembangan ekonomi rakyat secara komprehensif guna mencapai pembangunan nasional secara keseluruhan," papar politikus Partai Golkar tersebut.
Agar penerapan blue economy berjalan baik, lanjutnya, dibutuhkan sinergi di antara pemangku kepentingan. Ini untuk mendorong dan mengawal transformasi menuju pemanfaatan sumber daya laut yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
"Kolaborasi dan integrasi antara dunia pendidikan atau riset, pemerintah dan swasta adalah kunci dalam implementasi blue economy," tuturnya.
Nah, buku ekonomi biru yang baru diluncurkan tersebut berisi tentang konsep pengembangan ekonomi kelautan dengan memanfaatkan kekayaan laut Indonesia.
"Saya berharap buku ini dapat menjadi referensi bagi upaya pengembangan dan pengelolaan potensi kelautan Indonesia."