Polemik dan perpecahan dalam tubuh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) masih belum selesai. Ketua Kadin Suryo Bambang Sulisto tak mau banyak komentar soal Kadin tandingan yang diprakarsai oleh pengusaha Oesman Sapta (OSO). Menurutnya, kalau terlalu ditanggapi justru Kadin besutan OSO malah kebablasan.
"Gak perlu bereaksi, tidak penting begini kok bereaksi," kata Suryo di sela-sela APEC Business Advisory Council (ABAC) yang berlangsung di Ayana Resort, Jimbaran, Bali, Sabtu (6/10).
Menurutnya, orang-orang yang kini sedang berupaya menggoyangnya melalui Kadin tandingan adalah mereka-mereka yang telah 'ditendang' keluar dari organisasi itu. Sehingga, kemungkinan besar mereka sakit hati dengan pemecatan tersebut.
"Mereka adalah orang-orang yang saya pecat, jadi nggak bisa ada orang kumpul-kumpul, terus bikin tandingan. Legitimasinya dimana?" imbuhnya.
"Jadi mereka ini Kadin mimpi," ujarnya seraya tertawa.
Suryo justru menertawakan Kadin bikinan OSO yang didirikan cuma berbekal akta notaris saja. "Itu harus dengan undang-undang," tutupnya.
Sebelumnya, Kadin kubu Oesman Sapta mengklaim telah melengserkan Suryo Bambang Sulisto dari kursi ketua umum. Sebaliknya, pernyataan tersebut langsung dibantah Suryo yang mengklaim masih memiliki legalitas sebagai ketua umum.
Dalam rapimnas Kadin tandingan di Bali, muncul empat nama calon ketua umum yakni Anindya Bakrie, Sandiaga Uno, Chris Canter dan Wisnu Wardana. "Keempat nama itu merupakan aspirasi dari daerah," kata Ketua Organizing Committee (OC) Azwir Dainy Tara di Kuta, Bali, Sabtu (28/9) lalu.
Menurutnya, keempat nama calon ketum itu merupakan representasi tokoh muda dan memiliki kualitas pemimpin yang dibutuhkan bagi Kadin saat ini.
Azwir mengatakan, lemahnya kepemimpinan Suryo Bambang Sulisto membuat peran Kadin nyaris tenggelam dan jarang dilibatkan dalam kegiatan strategis, seperti sidang kabinet, kunjungan negara hingga forum KTT APEC Oktober mendatang.
Rapimnas juga berhasil memilih Rizal Ramli sebagai ketua umum sementara (caretaker) Kadin yang bertugas menyiapkan Munas VII yang rencananya digelar di Jakarta, pertengahan Oktober mendatang.