Defisit transaksi berjalan Indonesia pada kuartal II 2013 mencapai 4,4 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Defisit tersebut disebabkan karena adanya impor minyak dan gas bumi.
Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Satya Widya Yudha, mengatakan ada beberapa cara untuk mengurangi impor minyak yang menyebabkan defisit transaksi berjalan membesar seperti saat ini. DPR sendiri mendorong pemerintah untuk membangun kilang secara bertahap.
"Makanya dorong pemerintah segera bangun refinery (kilang). Walaupun tidak berimplikasi pada tahun anggaran tahun ini, karena itu proyek jangka panjang, yang diharapkan supaya impor crude lebih besar daripada bentuk produk," ujar dia yang ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (20/8).
Selain itu, langkah pencabutan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) secara bertahap juga akan mengurangi defisit transaksi berjalan. Namun, Satya menegaskan pencabutan subsidi tersebut harus disertakan target-target pengalokasian dari penghematan subsidi tersebut.
"Pencabutan subsidi secara bertahap akan mengurangi defisit transaksi berjalan sehingga pencabutan ini diikutsertakan target-target pengalokasian akibat penghematan dari pengurangan subsidi," pungkas dia.
Sebelumnya, defisit transaksi berjalan ini juga menjadi penyebab terjun bebasnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin. IHSG, Senin (19/8), ditutup melemah mencapai 255 poin atau 5,58 persen ke level 4.313.
Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan pelemahan ini salah satunya didorong karena faktor internal di mana defisit transaksi berjalan yang mencapai 4,4 persen pada semester kedua tahun 2013. Sehingga pasar modal nasional mengalami koreksi terdalam jika dibandingkan dengan Thailand dan India.
"Dan ini saya sudah bilang sama anda semua defisit current account di triwulan kedua mungkin akan naik tinggi. Karena impornya masih cukup tinggi, tapi terutama di drive harga komoditi turun sehingga memukul ekspor," jelas dia.
Sementara Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan jika defisit transaksi berjalan ini baru akan pulih pada 2017 mendatang. Pasalnya, pada tahun tersebut, Indonesia sudah berhasil melakukan hilirisasi sebagai salah satu langkah mengurangi impor.