Mudik, potensi dahsyat penggerak ekonomi daerah

Mudik seharusnya bisa memberi manfaat nyata bagi bergeraknya ekonomi lokal secara berkelanjutan jangka panjang.

Saugy Riyandi
Oleh Saugy Riyandi - Reporter
Mudik, potensi dahsyat penggerak ekonomi daerah
Mudik, potensi dahsyat penggerak ekonomi daerah

Momen hari raya Idul Fitri harus bisa menggerakkan ekonomi sektor riil di daerah-daerah yang menjadi tujuan pemudik. Pendapatan masyarakat yang biasanya terakumulasi di kota, bakal mengalir ke daerah-daerah.

Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan Firmanzah menyatakan, data terakhir menyebutkan, 30 juta orang mudik tahun ini. Angka ini naik 6,7 persen dibanding 2012. Dengan demikian, redistribusi pendapatan hasil aktivitas para pemudik pada momen Lebaran 2013 cukup signifikan, sekitar Rp 90 triliun.

"Dana Rp 90 triliun ini mengalir baik dari pembayaran zakat, transportasi, konsumsi, belanja oleh-oleh, hingga kiriman untuk perbaikan rumah dan furniture-nya," kata Firmanzah.

Selain itu, meningkatnya arus mudik dan adanya jaminan pelayanan optimal transportasi mudik dinilai bakal membawa perekonomian daerah akan membaik. Selain itu, meningkatnya transaksi perdagangan di seluruh tanah air sejalan dengan bertambah besarnya peredaran uang.

Firmanzah memperkirakan perputaran uang selama Ramadan dan Idul Fitri 2013 mencapai Rp 61 triliun. Perputaran uang tersebut utamanya di pusat-pusat mudik atau daerah yang menjadi tujuan mudik.

"Uang yang berputar selama Ramadan dan Idul Fitri 2013 diperkirakan berkisar Rp 61 triliun. Uang sebanyak itu berputar dari satu tempat ke tempat lainnya, terutama dari kota-kota ke desa-desa atau ke daerah-daerah yang menjadi pusat-pusat arus mudik," kata dia.

Firmanzah mengatakan momentum mudik lebaran harus digunakan untuk pengembangan potensi dahsyat guna menggerakkan perekonomian lokal. Menurut dia, kesadaran pemudik harus ditingkatkan untuk menumbuhkan investasi di daerah masing-masing melalui peningkatan investasi sebagian dana yang dibawa ke desa untuk kegiatan-kegiatan produktif di sektor UMKM, industri rumahan, peternakan.

"Marilah kita manfaatkan momentum mudik lebaran sebagai potensi dahsyat guna menggerakkan pertumbuhan ekonomi lokal," ujar dia seperti dikutip dalam situs setgab.go.id di Jakarta, Rabu (7/8).

Firmanzah menjelaskan semua pihak harus bekerja keras dan bersungguh-sungguh dalam menjaga investasi lokal yang memanfaatkan ekonomi lebaran. Selain itu, pengembangan investasi yang dapat menjadi daya tarik bagi perantau guna menanamkan modalnya perlu terus dikembangkan.

"Sehingga dapat memberi manfaat nyata bagi bergeraknya ekonomi lokal secara berkelanjutan jangka panjang dan membuka lapangan pekerjaan di daerah," kata dia.

Untuk memaksimalkan manfaat ekonomi lebaran, sinergitas semua pihak perlu lebih ditingkatkan sehingga kondusif dalam mendukung bergeraknya ekonomi masyarakat lokal. Terutama, kata Firmanzah, dalam menjamin semakin meningkatnya kualitas layanan sarana dan prasarana pendukung kegiatan ekonomi seperti pasar, pertokoan, pujasera, jalan, perlu terus ditingkatkan peran serta kalangan swasta dalam mendukung penyelenggaraan berbagai even atau media promosi daerah yang menyebar di berbagai pusat-pusat keramaian/tempat-tempat wisata yang menjadi tujuan para pemudik.

"Kita semua tentu berharap ekonomi lebaran dapat memberikan manfaat nyata kepada masyarakat lokal, pemerataan ekonomi juga dapat terus meningkat secara lebih maksimal, uang yang terlalu mengumpul di pusat bisa lebih banyak lagi ditransfer ke daerah. Pada akhirnya, ekonomi daerah bisa berkembang lebih cepat dan masyarakat menjadi lebih sejahtera," pungkas dia.

Rekomendasi