Jaga konsumsi masyarakat, pemerintah janji kendalikan inflasi

Diperlukan upaya menjaga tingkat konsumsi rumah tangga tetap tinggi, sebagai penggerak utama ekonomi nasional.

Ardyan Mohamad
Oleh Ardyan Mohamad - Reporter
Jaga konsumsi masyarakat, pemerintah janji kendalikan inflasi
Harga Cabe Rawit Melejit. ©2013 Merdeka.com

Sepanjang semester I 2013, ekonomi nasional hanya tumbuh 5,29 persen, di bawah target pemerintah. Situasi makin berat lantaran inflasi Juli mencapai 3,29 persen, paling parah setelah terakhir kali terjadi pada krisis ekonomi melanda dalam negeri pada 1998.

Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan Firmanzah menyatakan, fokus pemerintah saat ini adalah menjaga agar tingkat konsumsi rumah tangga tetap tinggi, sebagai penggerak utama ekonomi nasional.

Caranya, sesegera mungkin meredam gejolak akibat inflasi ke target 7,2 persen akhir tahun nanti, sehingga ekonomi tetap terakselerasi. Dia menyatakan, seluruh kementerian teknis diminta bekerja sama mengatur pasokan, khususnya pangan.

"Perlambatan (ekonomi) kan terkait daya beli, pemerintah akan fokus pada inflasi, kita sama-sama berjuang menekan inflasi agar sesuai harapan kita," ujar Firmanzah selepas menemani presiden dalam kunjungan kerja di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Minggu (4/8).

Strategi kedua, pemerintah mengandalkan efek dari kebijakan menaikkan batas Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP), menjadi Rp 2 juta. Firmanzah yakin, beberapa bulan mendatang konsumsi masyarakat menjadi lebih tinggi.

"Dengan menaikkan PTKP, kita harapkan ada ruang bagi rumah tangga menjaga konsumsinya, kan kemarin sudah dinaikkan, efeknya tidak langsung 1-2 bulan, tapi itu akan memberi ruang lagi," paparnya.

Langkah ketiga, menjamin agar sektor riil tidak melakukan kebijakan kontraproduktif seperti pemutusan hubungan kerja (PHK). Jika, situasi itu dapat dijaga, Firmanzah yakin konsumsi masyarakat bakal tetap tinggi. Apalagi didukung Indeks Kepercayaan Konsumen yang masih tinggi di Tanah Air.

"Seperti disampaikan BPS, Indeks Kepercayaan Konsumen kita masih paling tinggi di dunia, indeks manufaktur masih dalam tingkat sangat baik. Sektor riil bergerak, karenanya PHK tidak boleh terjadi. Bapak presiden sudah menyampaikan bilamana ada kondisi sulit, jangan sampai ada PHK," tandasnya.

Rekomendasi