PT Indofarma Tbk (INAF) di semester I tahun ini mengalami kerugian Rp 9,29 miliar, meningkat 34 persen ketimbang periode sama tahun lalu sebesar Rp 6,13 miliar.
Kerugian sebesar itu disebabkan penjualan perseroan turun 14,45 persen menjadi Rp 346 miliar daripada sebelumnya Rp 404 miliar.
Demikian dikutip dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (25/7).
Penurunan ini juga karena adanya kemunduran realisasi tender pada semester pertama ini. Padahal tahun lalu, perseroan bisa melaksanakan tender dalam waktu cepat.
Selain itu, perseroan juga melakukan renovasi pabrik di Cibitung untuk memenuhi standar baru pabrik obat, menghabiskan biaya sekitar Rp 17 miliar - Rp 20 miliar.
Perseroan juga mencatatkan rugi per saham menjadi 3 per saham hingga semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya 1,98 per saham.
Sementara beban pokok pendapatan perseroan juga turun sebesar 9 persen menjadi Rp 222 miliar dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 244 miliar. Sehingga menyebabkan laba bruto perseroan turun menjadi Rp 124 miliar dari sebelumnya Rp159 miliar.
Total liabilitas perseroan per 30 Juni 2013 juga turun menjadi Rp 505 miliar dari sebelumnya Rp 538 miliar per 31 Desember 2012. Ekuitas perseroan turun menjadi Rp 636 miliar dibanding sebelumnya Rp 650 miliar.
Kas dan setara kas perseroan turun menjadi Rp 29 miliar daripada sebelumnya Rp 194 miliar.