Belakangan ini, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan kembali mendapat sorotan. Terutama setelah sejumlah anggota Komisi IX DPR geram lantaran Dahlan tidak memenuhi undangan rapat di gedung DPR.
Bahkan, ada ancaman akan memanggil paksa Dahlan jika kembali mangkir dari undangan yang dilayangkan DPR. Lalu, bagaimana tanggapan Dahlan?
Seperti biasa, dengan gaya khasnya, Dahlan tidak mau ambil pusing. Saat ditemui wartawan di gedung Kementerian Keuangan, Dahlan memilih bungkam terkait kembali memanasnya hubungannya dengan DPR. Dia tidak menjawab ketika wartawan menanyakan alasannya tidak datang ke DPR.
"Pak, Komisi IX akan panggil paksa?" tanya wartawan.
"Katanya sudah kemarin," singkat Dahlan.
"Kenapa tidak datang pak?" tanya wartawan lagi. Dahlan pun hanya dia dan mengalihkan pandangannya. Dia hanya mengatakan bahwa rekan kerjanya bukan komisi IX.
"Komisi saya ini komisi VI," singkatnya.
Sebelumnya, Komisi IX DPR berencana memanggil mantan bos PLN itu. Ketua Komisi IX Ribka Tjiptaning menegaskan apabila Dahlan tidak memenuhi undangan, DPR berencana akan memanggil paksa dia.
"Kalau tetap tidak hadir akan kita panggil paksa," tegas Ribka.
Seharusnya, kata politisi PDI Perjuangan, Dahlan tak mengabaikan undangan dari Dewan. "Yang mengundang kan pimpinan (DPR). Harusnya pimpinan tersinggung dong undangannya tidak digubris (Dahlan)," tandasnya.