Sentimen global mengenai keputusan siprus terhadap paket bailout atau dana talangan dari bank sentral Eropa, diperkirakan melemahkan pergerakan nilai tukar rupiah di level Rp9.715-9.735.
Sementara dari dalam negeri, Deputi Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, BI akan mulai mengeluarkan reference rate IDR terbaru mulai bulan April. "Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong pelaku pasar untuk menggunakan patokan dalam negeri untuk kontrak forward," kata pengamat pasar uang Rahadyo Anggoro Widagdo kepada merdeka.com, Kamis (21/3).
Di sisi lain, sentimen lain datang setelah pernyataan Menteri Keuangan Agus Martowardojo yang melihat defisit tahun ini mungkin lebih dari 2 persen atau meleset dari target yang ditetapkan sebesar 1,65 persen. "Karena biaya subsidi yang lebih tinggi, penerimaan pajak yang lebih rendah dan penurunan ekspor," jelas Rahadyo.
Pada perdagangan Rabu (20/3) kemarin, rupiah ditutup melemah ke level Rp 9.725-Rp 9.728. Kondisi ini, menurut Rahadyo, dipengaruhi oleh keputusan dari parlemen Siprus yang menolak rencana pengenaan pajak bagi simpanan di bank.
"Namun bukan berarti Siprus selamat. Siprus hanya memiliki waktu 24 jam untuk menentukan nasibnya. Sebelum bank-bank Siprus buka kembali pada Kamis (21/3), Siprus dan troika yang terdiri dari Komisi Eropa, IMF, dan ECB harus sudah menetapkan solusi bagi bailout Siprus," ungkap Rahadyo.
Jika tidak, lanjutnya, dana bailout sebesar 10 miliar euro, terancam batal sehingga perbankan bahkan ekonomi Siprus dalam bahaya besar.
Bantuan ECB atas bank-bank Siprus kini menjadi fokus. Sebab, surat utang pemerintah Siprus sudah tak bisa lagi dijadikan jaminan untuk melakukan refinancing sejak Juni 2012.