Menanti pergerakan IHSG usai RUPS Bumi Plc

Pelemahan IHSG kemarin lantaran investor memilih menunggu kepastian RUPS Bumi Plc.

Novita Intan Sari
Oleh Novita Intan Sari - Reporter
Menanti pergerakan IHSG usai RUPS Bumi Plc
Pembukaan BEI. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Pelemahan hampir mayoritas bursa saham Asia membuat laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terhambat dan harus berakhir di teritori negatif. Padahal di awal sesi, IHSG sempat menghijau meski tidak bertahan lama.

Analis Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, pelaku pasar di awal perdagangan kemarin, kemungkinan masih berharap IHSG menguat kembali. Namun, ternyata tidak didukung dengan volume perdagangan sehingga IHSG kembali berbalik menjadi negatif.

Tidak bisa dipungkiri, investor cenderung memilih wait and see. "Aksi tunggu pelaku pasar terhadap jadi tidaknya RUPS Bumi Plc membuat pasar cenderung mengalami pelemahan," ujarnya kepada merdeka.com, Jakarta, Jumat (22/2).

Dari global, pergerakan saham Eropa yang cenderung melemah serta turunnya indeks manufaktur memberikan sentimen negatif dan membuat pelaku pasar cenderung melakukan aksi jual.

Kondisi ini berimbas pada pergerakan saham Asia yang kemarin kompak melemah setelah beredar kabar banyaknya pembatasan pada industri properti akan melemahkan permintaan akan pinjaman perbankan dan bahan-bahan bangunan.

Untuk perdagangan hari ini, Jumat (22/2), menarik dinanti pergerakan IHSG setelah selesainya RUPS Bumi Plc. Dia memprediksi, IHSG akan berada pada support 4613-4622 dan resistance 4662-4670.

"Kondisi bursa saham global yang cenderung di area overbought berpotensi mengalami pelemahan dan nantinya akan berimbas pada IHSG. Untuk itu, tetap waspadai bila sinyal down reversal mulai ada yang berpotensi membawa IHSG menuju area supportnya," katanya.

Saham-saham yang perlu dicermati pada hari ini antara lain PT Semen Gresik (Persero) Tbk (SMGR), PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES,) PT Indo Tambangraya Tbk (ITMG), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Intiland Development Tbk (DILD).

Rekomendasi