Pengamat Ekonomi UNIKA Atma Jaya Agustinus Prasetyantoko berpendapat akan lebih aman apabila Darmin Nasution kembali terpilih sebagai Gubernur BI untuk kedua kalinya. "Paling aman (Darmin Nasution) dilanjutkan," kata Prasetyantoko di UNIKA Atma Jaya, Kamis (21/2).
Menurutnya, sosok Darmin yang tidak hanya berpatokan pada kebijakan moneter, menjadi salah satu kelebihan Darmin dalam memimpin otoritas moneter tersebut. "Kelebihan dia, tidak pakem pada monetary policy. Dia gak monotaris. Bukan moneter mainstream," ungkapnya.
Terkait dengan beberapa kebijakan BI di bawah Darmin yang menuai kontroversi di kalangan pelaku industri perbankan, seperti aturan LTV, DHE dan minimum kredit UMKM 20 persen, Prasetyantoko bilang kebijakan tersebut memang diarahkan untuk stabilitas moneter dan industri perbankan Tanah Air. "Sebetulnya arahnya jelas, untuk mendorong stabilitas. Arahnya jelas, Darmin mendorong," imbuhnya.
Namun, bila nama Darmin Nasution ternyata tidak termasuk dalam daftar nama calon Gubernur BI yang diusulkan Presiden kepada DPR, Prasetyantoko berpendapat, Bambang Brodjonegoro adalah sosok yang tepat untuk menjadi pengganti Darmin Nasution.
"Semuanya punya track record yang baik. Tapi sebagai Gubernur BI, harus punya background makro yang cukup kuat. Sehingga Bambang Brodjonegoro cukup tepat," tutupnya.